DEANDRA

DEANDRA

  • WpView
    Reads 379
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 12, 2023
Kadang memang begitu, saat kau punya cinta, namun dunia punya norma. Kadang ada bangkai yang tak bisa kau cium dan ada bayangan yang tak akan kau lihat meski matahari bersinar terik. Kita tak pernah tau muara dari setiap tinta takdir yang terukir ~ "Benar katamu mata panah setiap pemburu bagai jejak leluhur yg melekat di senyap nya zaman" ~ "Jika aku tak bisa masuk kerumah itu, bahkan semut pun takkan ku biarkan menyentuh tangganya" ~ "Setelah bertemu dengannya, moto hidupku berubah menjadi wanita penyandang gelar nyonya mahenza karna dia tidak hadir di setiap saat tapi selalu hadir di saat yang tepat" ~ "Gadis gila itu, Atas dasar apa dia berani beraninya menjadi penguasa isi kepala ini, dan mendatangkan rindu yang merenggut seluruh waras ku" ~ "Darinya selalu ku dengar cerita perihal bidadari dan manisnya surga" ~ "Senyumanmu tak bermaksud menggoda siapapun Namun siapa sangka dirikulah yang duluan terlena" ~ "Asal kau tau Dentuman musik yg terdengar klasik adalah pengiring kalbu yg semakin kelabu jika tanpa hadirmu Sungguh Tentang rasa, hatiku tak semunafik ucapanku"
All Rights Reserved
#31
perantauan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Resital Sunyi (End)
  • NOESIS [END]
  • The antagonist's wife [TERBIT]
  • • EUTANASIA •
  • Transmigrasi menjadi istri presma!?(TAMAT)
  • Husband In Second Life ✓
  • Kisah Akala
  • dimana janji tersebut
  • New World [TRANSMIGRATION]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]

Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara

More details
WpActionLinkContent Guidelines