DEANDRA

DEANDRA

  • WpView
    LECTURAS 393
  • WpVote
    Votos 52
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 12, 2023
Kadang memang begitu, saat kau punya cinta, namun dunia punya norma. Kadang ada bangkai yang tak bisa kau cium dan ada bayangan yang tak akan kau lihat meski matahari bersinar terik. Kita tak pernah tau muara dari setiap tinta takdir yang terukir ~ "Benar katamu mata panah setiap pemburu bagai jejak leluhur yg melekat di senyap nya zaman" ~ "Jika aku tak bisa masuk kerumah itu, bahkan semut pun takkan ku biarkan menyentuh tangganya" ~ "Setelah bertemu dengannya, moto hidupku berubah menjadi wanita penyandang gelar nyonya mahenza karna dia tidak hadir di setiap saat tapi selalu hadir di saat yang tepat" ~ "Gadis gila itu, Atas dasar apa dia berani beraninya menjadi penguasa isi kepala ini, dan mendatangkan rindu yang merenggut seluruh waras ku" ~ "Darinya selalu ku dengar cerita perihal bidadari dan manisnya surga" ~ "Senyumanmu tak bermaksud menggoda siapapun Namun siapa sangka dirikulah yang duluan terlena" ~ "Asal kau tau Dentuman musik yg terdengar klasik adalah pengiring kalbu yg semakin kelabu jika tanpa hadirmu Sungguh Tentang rasa, hatiku tak semunafik ucapanku"
Todos los derechos reservados
#101
adat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Benang Senja
  • New World [TRANSMIGRATION]
  • dimana janji tersebut
  • Kisah Akala
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • Husband In Second Life ✓
  • The antagonist's wife [TERBIT]
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido