GHAZILYN

GHAZILYN

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
KARYA PERTAMA! Pertemuan yang tidak terduga dan akan menjadi masalah terbesar dalam kehidupan seorang gadis cantik, namun semua masalah itu sirna dikarenakan keihklasan seorang teman. Faelyn almahira, gadis cantik yang masih menduduki kelas 2 SMA, yang memiliki rambut hitam panjang membuat para pria jatuh hati pada nya. Namun, ia tak suka memakai gamis atau hijab walaupun di paksa sang ibu, beda hal dengan adiknya yang sangat tertutup. Ghazi Abisali Jafar, pria yang memiliki perawakan tinggi, tampan, gagah dan yang pastinya memiliki wajah hitam manis yang dapat memikat perempuan disekolah nya, serta memiliki rahasia tentang diri nya. Memiliki gelar "cokiber" yang berarti (cowo kita bersama), pria ini selalu saja menjadi rebutan di sekolahnya. ■━■━■━■━■━■━■━■━■━■━■━■━■━■ foto edits by pinterest. (maaf jika cerita ini dirasa mirip/hampir mirip dengan cerita yang lain mungkin, dan itu saya tidak tau sama sekali! cerita ini di buat karena pikiran saya sendiri dan sama sekali tidak meniru cerita manapun!!) Maaf kalau ada salah kata atau typo dalam pengetikan di sini, sebagian kata-kata nya saya ambil di google. author ig : bbescpaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Janji Diujung Doa
  • Kahfi dan Yumna
  • ALESYA (END)
  • Imam untuk Gladysa✓
  • ASHA
  • ARTAN
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines