HUJAN
  • WpView
    LETTURE 125
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadCompleta gio, feb 12, 2015
malam itu aku terduduk di dekat jendela "hm...." aroma hujan yang begitu aku suka. Tiba-tiba kaka ku Nia memecahkan keheningan Nia : apa yang sedang kau lakukan Aku : aku menikmati hujan apa salah? Nia : kau tak sadar bila engkau membuka jendela itu sama saja kau biarkan angin membawa air hujan itu untuk membasahi kamar kita? Aku : maaf kan aku *aku pun segera menutup jendela dan naik ke kasur kemudian aku merebahkan tubuhku sambil mendekap buku novel ke sukaanku yang berjudul "like a Rainbow in the Rain" buku ini selalu aku baca habis pabila sudah selesai aku baca akan aku baca ulang dari halaman 1 . Hingga malam itu.... Nia : hai adik ku boleh aku bertanya? Aku : ya ada apa? (#pandanganku masih tertuju pada buku itu) Nia : sudah berapa kali kau baca habis buku itu? Aku : hm... Mungkin 10 kali aku membacanya Nia : Apa yang kau dapat dari buku itu ? bukankah buku itu hanya membuang - buang waktumu saja? Aku : Hujan adalah rahmat TUHAN yang di turunkan agar tidak timbul kekeringan.
Tutti i diritti riservati
#45
aini
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Yes, Boss! (Lengkap)
  • Mahligai Sunyi
  • My Heart Boat
  • BLACK RAINBOW
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • The Last Flower [END] |NaruHina
  • SILENT TEARS
  • Kisah di balik Hujan
  • Our Destiny [END] |NaruHina

A SasuHina Fanfiction! Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto. Saya hanya meminjam chara nya saja. Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari penulisan fanfict ini. Rate: T+ Genre: Drama, (sedikit) romance Warning! OOC dan masih banyak typo. . . . "Buatkan aku sarapan." "Yes, Boss!" "Batalkan semua jadwalku hari ini, aku lelah." "Yes, Boss!" "Pijat lenganku, rasanya pegal sekali." "Yes, Boss!" "Perbaiki riasanku." "Yes, Boss!" "Mau menjadi mempelai wanitaku?" "Yes, Boss! E-eh, apa?!" . . . Hanya dua kata, mampu merubah kehidupan Hinata yang tenang menjadi porak poranda.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti