The Pent [TAMAT]

The Pent [TAMAT]

  • WpView
    Reads 2,674
  • WpVote
    Votes 260
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 1, 2023
-Hidup tanpa mempercayai orang lain, adalah hidup yang begitu palsu. Dan kehidupan itu ada pada seorang Nattara. Gadis itu merasakan kehidupan yang sedikit pahit, ingat, sedikit. Tetapi keterfokusannya pada sesuatu yang sedikit itu lah, yang membuatnya sesak dan terkurung di dalamnya. Perihal manusia, tidak semua dari mereka itu pembohong. Ada yang benar-benar jujur, tetapi Natta tidak pernah memandangnya benar. Jadi, siapa yang sebenarnya palsu? Dunia, ataukah dirinya? Akan kah pemeran utama di cerita ini, menjadi pemeran yang kalian dukung keberadaannya, atau malah ikut memahaminya? "Aku di sini, Natta." Betapa beruntungnya, hidup menjadi seseorang yang di mengerti oleh orang lain. Nb: Update setiap hari, kalau penulis lagi galau :) Rank: #2nd Fiksi Ilmiah, november 2022
All Rights Reserved
#879
kehilangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Another Life an Extra Antagonist (Selesai)
  • Important Figuran (END)
  • TOXIC RELATIONSHIT [END]
  • The end of a Love [ON GOING]
  • Skema Nestapa [Selesai]✓
  • Stop It, Darka! [END]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • [1] Among Us : Beautiful Tragic [✔️]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines