LICAFA THE GENG (On Going)

LICAFA THE GENG (On Going)

  • WpView
    Odsłon 6
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pon., lis 7, 2022
WpInfo
Fikcja
Romans
Kisah 3 sahabat yang saling melengkapi, walaupun kenyataannya salah satu diantara mereka memeluk agama yang berbeda. "Pulang dari sini pada mau kemana?" Tanya Marselino, kini ia sudah benar-benar diposisi duduk. "Pulang." Ucap Caka dan Rafa bersamaan. "Nonton gimana?" Tanya Marselino memberi solusi. "Terserah." Lagi, ucap Caka dan Rafa bersamaan. "Lo berdua apaan sih." Kesal Marselino, yang mendapatkan respon seperti itu dari dua sahabatnya. "Jadi gimana? Mau nggak Lo berdua?" Tanya Marselino ulang. "Iya Marselino." Jawab Caka dan Rafa lagi-lagi bersamaan yang membuat Marselino kembali kesal. Terlalu lama berdiam-diam ditaman, akhirnya mereka memutuskan pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk menonton film di bioskop.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • FREKUENSI RINDU
  • Jingga, Aries Dan Carla
  • He's My Boyfriend
  • Takdir Cinta yang Tersurat (TAMAT)
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • STUCK
  • nail & restu : diantara dua senyap.
  • Love Is Taking Root
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści