NARENKANA | Na Jaemin

NARENKANA | Na Jaemin

  • WpView
    Reads 1,989
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 27, 2023
[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Ma.. dingin.. boleh peluk Naren nggak?" "Pa, sakit.. jangan pukul Naren lagi" "Kak.. maaf kalo Naren punya salah" Dunianya hancur, ingin rasanya Naren menyerah, sudah cukup kesengsaraaannya, ia hanya ingin bahagia. Menceritakan seorang laki-laki yang tegar dalam menghadapi tantangan hidupnya, tamparan, siksaan sudah menjadi biasa baginya. Hidup tanpa merasakan kasih sayang dari kedua orangtuanya, ia yang merasakan ketidakadilan, hingga pada akhirnya ada seorang gadis yang berhasil mengusik tenangnya, gadis yang mengajarkan apa itu cinta. "Hidup itu anugerah, karena kita bisa menikmati indahnya dunia, jika kamu mengatakan kamu tidak pernah merasakan cinta, maka kamu salah, karena cinta tuhan kepada hambanya lebih besar dari semua cinta yang ada disemesta." Mau ikut baca? Jangan lupa tinggalkan vote dan commentnya yaaaa *Start: 24-12-22 *Finish:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • The Rainy Night || End.
  • About feelings   (selesai)
  • The Altering Summer
  • Je t'aime |Noren |Nomin|
  • I'M YOUR WIFE || JAEMIN × GISELLE || [END]
  • RadenRatih
  • A Precious Wife ✔
  • Bautiful In White | Lee Jeno ✓
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines