Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 28, 2024
Pernah dengar kata "Eccedentesiast?" Eccedentesiast ialah mereka yang merasakan kekosongan atau perasaan hampa namun tak pernah diceritakan. Setiap untaian kata dalam tulisan ini adalah benang yang mengikat hati yang rapuh, menciptakan jaring labirin emosi yang begitu sulit untuk bisa dipahami. Dalam gambaran ini, tidak ada cerita fiksi yang mungkin akan ditemui. Tulisan-tulisan ini hanyalah berbagai uraian ungkapan hati seseorang yang begitu dalam lukanya. Kata-kata ini bukan untuk memikat, melainkan untuk menyentuh berbagai hal yang tak terlihat. Dalam kosongnya kehampaan, ada seruan bagi mereka yang mungkin tak memiliki tempat bersandar, Dengan untaian ini, ada pesan yang ingin aku sampaikan. "Hai kalian diluar sana, memiliki rasa hampa itu tak masalah. Yakinlah, kita kuat meski tanpa sandaran." Untaikan kata ini diharapkan bisa menciptakan ruang bagi kita yang terluka untuk bisa menangis, untuk merasakan kepedihan yang sering kali menghantui keseharian kita. Tapi ingat, di balik semua hal yang terjadi, Pastinya ada celah untuk tetap bertahan, meskipun hanya untuk sesaat. Dunia memang tempat berjuang, tetapi dalam coretan hati ini, terdapat semangat yang terpancar, semangat untuk bertahan, untuk menangis, dan untuk terus berjuang, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk semua orang di luar sana.
All Rights Reserved
#49
brokenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • LENGKARA
  • Eccedentesiast
  • save me
  • Broken Home [Alexa-Kang Daniel]
  • Rasa Tanpa Kata
  • LITTLE GIRL
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • My Beloved Revenge [END]

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines