Miris!

Miris!

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Miris kaya hidup mu eak, canda-canda. Mending baca aja:v. Menceritakan seorang perempuan yang kehilangan mahkotanya, oleh seorang laki-laki yang tak mempunyai hati. Hai ini cerita pertama aku jadi maaf kalo ada salah, alur gk nyambung, typo, mohon di maklumi. Cerita ini hasil pemikiran aku sendiri jadi kalo ada cerita yg sama, tolong kasih tau biar direvisi lagi. Maaf kalo alur nya gk nyambung, typo, dan kesalahan lainnya, Karna juga aku masih baru. Selamat membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • GARIS LUKA
  • Alisa's Story
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Senja
  •  Empathy (On-Going)
  • My Love A Turki
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Belenggu Di Ujung Lara (terbit)

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines