Aku Yang Gelap Dan Kau Yang Bersinar (Selamatkan, Aku) [Seri Peri]
"Dunia ini tidak adil"
Begitulah apa yang dikatakan oleh orang yang merasa tidak beruntung dalam hidupnya dalam segi apapun. Termasuk dalam hal uang, kasih sayang, atau rupa yang dimiliki.
Tak terkecuali Miko Hanahi. Seorang anak muda yang merasa kalau dia hanyalah orang yang harusnya tidak lahir karena selalu membawa kesialan terhadap siapapun termasuk ibunya yang sudah wafat karena kelahiran Miko di muka bumi ini.
"Anak sial! Mati saja kau!
Harusnya kau juga mati bersama ibumu! Tidak berguna! Ini semua gara-gara kau!"
Makian dari ayahnya itu terdengar bersamaan dengan tendangan bertubi-tubi yang dia layangkan pada tubuh mungil Miko.
Pasrah. Hanya itu yang bisa Miko lakukan saat ayahnya melakukan itu.
Hingga, suatu hari. Ketika dia sudah merasa muak. Miko mencoba mengakhiri hidupnya dengan berdiri di tengah jalan raya yang terdapat mobil tengah berlalu lalang. Tak ada yang ingin dia harapkan selain mati tertabrak mobil dan menghilang dari dunia.
Tapi, tanpa dia sadari. Sebuah tangan menarik dirinya dan membuat dia tersadar. Anak laki-laki itu mencoba menenangkan Miko dan memeluk hangat dirinya. Meski Miko bisa melihat wajah panik anak itu, dia terlihat tak terlalu memperdulikan dirinya dan malah sibuk menenangkan Miko yang tanpa sadar langsung menangis sesenggukan. Untuk pertama kalinya dia menunjukkan emosi yang dia tahan selama ini di depan anak laki-laki yang memperkenalkan dirinya sebagai Ryuugen. Semenjak saat itu, mereka berdua memutuskan untuk berteman. Miko yang punya teman sebaik Ryuugen bertekad untuk bangkit dan memulai hidup baru. Meski merasa trauma akan masa lalu, ketika dia melihat wajah ceria dan antusias Ryuugen menyambut dirinya. Miko merasa baik-baik saja. Dia kini punya alasan untuk hidup karena ada seorang teman baik disisinya. Namun, seiring berjalannya waktu. Sifat iri Miko mendominasi tak kala dia melihat keluarga bahagia yang dimiliki Ryuugen. Sifat inilah yang menjadikan hubungan pertemanan murni itu menjadi racun yang mematikan.