We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AIS
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 7, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Mengenal cinta suatu hal yang rumit untuk gadis remaja yang baru saja menikmati masa-masa kuliah. Ingin sekali rasanya menghindari 'cinta'. Namun bagi Ais cinta itu mutlak. Cinta adalah suatu hal yang dimiliki tiap manusia di bumi ini. Semua orang berhak untuk mencintai serta dicintai oleh orang lain. Tapi apakah Ais egois jika meminta 'dia' untuk hanya mencintai Ais seorang? "Tuhan menciptakan hati tiap manusia hanya satu. Maka memiliki banyak pilihan di hati, untuk dijadikan cinta sejati adalah mustahil."-Ais "Bu, kenapa dia selalu datang seakan akan ingin meruntuhkan semua usaha melupakannya? Apakah memang serumit ini bu? Kalau Ais tau akhirnya akan seperti ini...mungkin lebih baik untuk tidak memulai nya saja bu."-Ais
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Admirer
  • Sepatu Kaca : Seorang Putri dari Negeri Mimpi
  • Tulip
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Sebungkus Bumbu Dalam Mie Instan
  • DEAR YOU ( Complete )
  • Jodohku Bukan Perjaka
  • Sesederhana itu Mencintaimu (Selesai)

Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines