DI LUAR GARIS LAPANGAN || CatMeongz
Hanziel (18), sang Ketua OSIS yang sempurna, jatuh hati pada detik pertama ia mengatur barisan MPLS. Objeknya adalah Kairo (16), siswa baru pemain futsal yang memiliki aura tenang namun dominan. Selama hampir dua tahun, Jiel memendam perasaannya, bergerak di balik bayang-bayang otoritasnya untuk sekadar bisa dekat dengan Kairo.
Di mata Kairo, Jiel adalah sosok hebat yang ia kagumi secara profesional. Kairo adalah tipe yang ramah dan "lempeng"-ia selalu menyapa Jiel dengan senyum sopan, namun tak pernah menangkap sinyal cinta di balik perhatian sang kakak kelas. Baginya, Jiel adalah pemimpin yang tak tersentuh, hingga tiba masa-masa menjelang kelulusan.
Titik balik terjadi saat Kairo menemukan Jiel yang biasanya tangguh, terkulai lelah di ruang OSIS akibat tekanan ujian akhir. Melihat sisi manusiawi Jiel yang rapuh dan butuh sandaran, tembok "kekaguman" Kairo runtuh, berubah menjadi perasaan protektif yang intens.
Di ambang perpisahan sekolah, Kairo yang biasanya pasif mulai mengambil kendali. Ia tidak lagi sekadar menyapa; ia mulai mendominasi ruang pribadi Jiel, memastikan sang kakak kelas makan dengan benar, dan memberikan tatapan yang tidak lagi "lempeng". Kairo sadar ia tidak ingin kehilangan Jiel, dan ia siap menggunakan sisa waktu yang ada untuk membalikkan keadaan: dari adik kelas yang sopan, menjadi pria yang menahan Jiel agar tidak pergi begitu saja.