GROUNDING || Jake Shim
  • Reads 24,025
  • Votes 3,676
  • Parts 15
  • Reads 24,025
  • Votes 3,676
  • Parts 15
Complete, First published Nov 08, 2022
[[ angst, sicklit, brothership ]]


Setiap frasa punya cerita.



Bagi Askara, tanah dan langitlah yang menampung ceritanya. Begitu kedua kakinya menapak ─merasakan beceknya sisa air hujan di atas rerumputan, itulah saat ia membagi keluhnya. Kepalanya yang mendongak ─mempersilahkan gerimis membasuh wajah piasnya, adalah waktu pembuka dimana Askara meruntut awal mula. Bersenggama dengan sedikit semburat jingga yang kalah bertarung di ujung cakrawala.

"Ayah bilang namanya Grounding," tutur Askara. Pemuda dengan balutan hoodie hitam itu tersenyum tipis. Menarik garis-garis di atas bibirnya yang kering. 

"Satria.. Kalo suatu hari elo butuh Grounding, gue janji gue bakal ada buat lo. Cuma bedanya gue ada di atas, tadahin muka lo kayak gini aja."



Sore itu.. kala tanah dan langit berkompromi untuk menadah sejenak energi negatif yang mereka berdua hantarkan, entah mengapa Satria merasa Askara tak lagi ingin bertahan.
All Rights Reserved
Sign up to add GROUNDING || Jake Shim to your library and receive updates
or
#7jaypark
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Kaesar cover
THEORUZ cover
AIDEN [END - New Version] cover
UNSPOKEN (Treasure Fanfiction) cover
17 cover
Looking for Family cover
123 SICK cover
HEESA HOME [ END ] cover
Gewinner  cover
End Up Alone || Sunghoon  cover

Kaesar

46 parts Ongoing

Kaesar Morvayn Leonard, pemuda yang dikenal sebagai pemimpin geng Morvaylus, hidup dalam kekacauan dan pemberontakan. Namun, hidupnya berubah ketika ibunya mengungkap rahasia tentang ayah kandung yang selama ini tidak pernah ia kenal. "Ibu akan menikah lagi. Keluarga calon suami Ibu... mereka tidak menerima masa lalu Ibu yang memiliki anak," ucap Marcia dengan suara serak. "Kae, kamu harus menemui ayahmu. Kamu tidak bisa tinggal di sini lagi." Terpaksa meninggalkan rumah, Kae memulai perjalanan untuk menghadapi masa lalu dan mencari jawaban, sambil melawan kemarahan dan rasa hampa yang membelenggunya.