GROUNDING || Jake Shim

GROUNDING || Jake Shim

  • WpView
    Membaca 31,133
  • WpVote
    Vote 3,973
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadLengkap Min, Mei 18, 2025
[[ angst, sicklit, brothership ]] Setiap frasa punya cerita. Bagi Askara, tanah dan langitlah yang menampung ceritanya. Begitu kedua kakinya menapak ─merasakan beceknya sisa air hujan di atas rerumputan, itulah saat ia membagi keluhnya. Kepalanya yang mendongak ─mempersilahkan gerimis membasuh wajah piasnya, adalah waktu pembuka dimana Askara meruntut awal mula. Bersenggama dengan sedikit semburat jingga yang kalah bertarung di ujung cakrawala. "Ayah bilang namanya Grounding," tutur Askara. Pemuda dengan balutan hoodie hitam itu tersenyum tipis. Menarik garis-garis di atas bibirnya yang kering. "Satria.. Kalo suatu hari elo butuh Grounding, gue janji gue bakal ada buat lo. Cuma bedanya gue ada di atas, tadahin muka lo kayak gini aja." Sore itu.. kala tanah dan langit berkompromi untuk menadah sejenak energi negatif yang mereka berdua hantarkan, entah mengapa Satria merasa Askara tak lagi ingin bertahan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#753
sicklit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ETERNITY [END✓]
  • Aksara
  • AZELLO [END]
  • Dear Aksa
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Between us
  • GLIMMER ✔

"Enak kali, ya, kalo belajar di sekolah? Main bareng sama temen-temen di bawah sinar matahari ... ngebayanginnya aja udah seneng banget. Tapi gue yang dari lahir udah musuhan sama yang namanya matahari bisa apa?"-Bagas Rafardhan. "Jika gue terlahir sebagai sebuah komputer, mungkin hanya perlu di-shutdown disaat perlu beristirahat. Tapi gue cuman manusia biasa yang dianggap gak waras, padahal gue cuma pengen bisa tidur nyenyak barang setengah jam saja."-Jaffan Raditya. "Gue cuma manusia biasa yang gak bisa diem. Dan kalo gue dikasih kesempatan sama Tuhan, gue pengen banget jadi orang yang pendiem walaupun cuma sehari, kayaknya gue bakalan happy banget."-Harsa Ganendra. "Orang-orang di sekitar manggil gue patung psikopat, tapi gue gak peduli. Yang jelas gue cuma mau bisa ngerasain nikmatnya makan es krim di siang bolong kayak temen-temen yang lain. Tapi jangankan nikmatin es krim, nangis aja gue gak bisa."-Raden Jagara. -ETERNITY-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan