Story cover for GROUNDING || Jake Shim by bayawaksawah
GROUNDING || Jake Shim
  • WpView
    LECTURES 30,048
  • WpVote
    Votes 3,946
  • WpPart
    Chapitres 16
  • WpView
    LECTURES 30,048
  • WpVote
    Votes 3,946
  • WpPart
    Chapitres 16
Terminé, Publié initialement nov. 08, 2022
[[ angst, sicklit, brothership ]]


Setiap frasa punya cerita.



Bagi Askara, tanah dan langitlah yang menampung ceritanya. Begitu kedua kakinya menapak ─merasakan beceknya sisa air hujan di atas rerumputan, itulah saat ia membagi keluhnya. Kepalanya yang mendongak ─mempersilahkan gerimis membasuh wajah piasnya, adalah waktu pembuka dimana Askara meruntut awal mula. Bersenggama dengan sedikit semburat jingga yang kalah bertarung di ujung cakrawala.

"Ayah bilang namanya Grounding," tutur Askara. Pemuda dengan balutan hoodie hitam itu tersenyum tipis. Menarik garis-garis di atas bibirnya yang kering. 

"Satria.. Kalo suatu hari elo butuh Grounding, gue janji gue bakal ada buat lo. Cuma bedanya gue ada di atas, tadahin muka lo kayak gini aja."



Sore itu.. kala tanah dan langit berkompromi untuk menadah sejenak energi negatif yang mereka berdua hantarkan, entah mengapa Satria merasa Askara tak lagi ingin bertahan.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter GROUNDING || Jake Shim à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#663sicklit
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
ADIKARA ELUSIF (END), écrit par blackcurrantbery
56 chapitres En cours d'écriture
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Dear Aksa cover
The Wounded Soul (ft.ENHYPEN) cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
Hypomone {ὑπομονή} || END✓ cover
Nadi Akhir Luka cover
FLEUR ✓ cover
Between us  cover
AZELLO [END] cover
GLIMMER ✔ cover

Dear Aksa

14 chapitres En cours d'écriture

Sembuh itu, artinya udah gak ngerasain sakit lagi kan? Aksa. Remaja malang yang mengalami tunarungu wicara sejak lahir. Ia tinggal bersama ayah dan kakak laki laki nya, ibu nya? Sudah meninggal saat melahirkan si bungsu. Hal itu tentu membuat ayah nya kehilangan wanita yang amat dia cintai. Bertahan di rumah penuh luka memang tidak mudah. Ayah nya tak pernah absen memukul dan memaki anak nya yang katanya 'cacat' itu. Dia benci, apalagi wajah anak itu terlihat persis seperti ibunya. Namun Aksa selalu berpikir, selama ada kakak nya ia akan baik baik saja. Satu satunya cahayanya di tengah gelapnya kehidupan Aksa. Tapi bagaimana jika cahaya itu perlahan meredup atau mungkin menghilang? Bagaimana cara Aksa melihat dunia nanti?. "Dunia boleh benci sama Aksa. Kakak jangan ya?" Yang plagiat watashi sentil👊🗿 Muahhhh,💋 Maapin kalau alur jelek+gaje Janlup vote+komen+Follow