Sebuah titik akhir

Sebuah titik akhir

  • WpView
    Odsłon 40
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 7
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lis 15, 2022
" Ku mohon..... teruslah hidup.... bukan kah kau yang dulu mengatakannya kepadaku?." Air mata di mataku sudah tak terbendung lagi. Tubuhku terasa gemetar, tanganku mengepal dengan keras, tangisanku terus semakin menjadi-jadi, mengharapkan ia bisa tersadar dari tidur panjangnya. Ingin sekali aku genggam tangannya yang sudah lemah tak berdaya itu, namun aku tak bisa melakukan apapun. Kejadian ini benar-benar membuatku bingung " Apa yang harus aku lakukan? " " Bagaimana agar kau bisa kembali? " " Kumohon........ bangun lahh..... ".
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Terjebak Nostalgia
  • Your Time Is My Time
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • SasuHina - Love Story
  • You And I
  • The Chance
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • WARISAN

Terkadang terlalu peduli itu sakit, sama halnya yang aku lakukan dulu. Aku terlalu bodoh, karena aku selalu menunggu mu yang tak kunjung datang. Hatimu yang tak lagi untukku. Padahal sejatinya ada dia yang mencintaiku dan menyayangiku tulus tanpa pamrih. Terimakasih atas luka yang kau beri.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści