Sebuah titik akhir

Sebuah titik akhir

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 15, 2022
" Ku mohon..... teruslah hidup.... bukan kah kau yang dulu mengatakannya kepadaku?." Air mata di mataku sudah tak terbendung lagi. Tubuhku terasa gemetar, tanganku mengepal dengan keras, tangisanku terus semakin menjadi-jadi, mengharapkan ia bisa tersadar dari tidur panjangnya. Ingin sekali aku genggam tangannya yang sudah lemah tak berdaya itu, namun aku tak bisa melakukan apapun. Kejadian ini benar-benar membuatku bingung " Apa yang harus aku lakukan? " " Bagaimana agar kau bisa kembali? " " Kumohon........ bangun lahh..... ".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Hei... Mr. Airplane
  • Your Time Is My Time
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • The Chance
  • WARISAN
  • SasuHina - Love Story

Aku pernah melangkah penuh percaya diri di kampus negeri, di mana mimpi-mimpi sederhana terasa seolah sudah ada di ujung tangan. Aku aktif, dikenal, dan percaya bahwa masa depan yang cerah hanyalah soal waktu. Tapi ketika ibu pergi, semuanya runtuh tanpa ampun. Sunyi menyelimuti rumah yang dulu penuh tawa, tabungan menguap seperti angin, dan Jati diri terhempas jauh melayang lalu sirna bersama rasa kecewa, Ayah terdiam dalam kebingungan, kehilangan arah yang dulu ia genggam erat. Aku yang muda, yang seharusnya berlari mengejar mimpi, terjerat oleh tanggung jawab yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Aku berhenti kuliah, bukan karena kehilangan semangat, tapi karena harus memilih, melanjutkan mimpi yang kian menjauh, atau bertahan untuk keluarga yang runtuh. Hari-hariku berlalu begitu saja, menampung lelah yang tak selalu terlihat, dan pertanyaan tanpa jawaban yang terus menghantui kenapa dunia ini tak selalu berpihak pada mereka yang berjuang paling keras? Aku merangkai kekuatan dari serpihan kehilangan, menenun harapan dari kegelapan yang pekat. Aku berdiri, walau rapuh, karena menyerah bukanlah bagian dari ceritaku. Perjalanan ini belum selesai, dan aku tahu, langkahku harus terus berlanjut, meski dunia kadang membelakangi dan meninggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines