BE A FRIENDSHIT

BE A FRIENDSHIT

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 29, 2022
Aiyana tahu, tidak seharusnya dia menaruh hati dan terlalu berharap pada Dipta, sahabatnya. Laki-laki yang selama ini mengikrarkan tidak akan percaya pada cinta, wanita, apalagi pernikahan. Seharusnya Aiyana sadar, tidak ada yang bisa dia dapatan ketika melemparkan diri untuk menjadi teman kencan Dipta. Namun, ternyata cinta telah membuatnya buta. Dia tak peduli asalkan bisa melihat senyum Dipta di setiap pagi. Aiyana kira, kebersamaan mereka mampu meluluhkan hati Dipta. Namun, ternyata Dipta malah menolaknya mentah-mentah. Hancur dan patah, haruskah Aiyana memperjuangkan cintanya atau pergi meninggalkan Dipta?
All Rights Reserved
#36
cintasendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • Lentera Senja
  • MENGEJAR CINTAMU
  • I'M IN LOVE
  • Jangan Sentuh Saya, Dokter! [FULL CHAPTER]
  • Friend's Zone's
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Cinta Dalam Dua Langit
  • FATQEEL

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines