Menjadi Pelayan Dari Pria Yang Kucampakkan

Menjadi Pelayan Dari Pria Yang Kucampakkan

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 4, 2024
"A-aku ... apa kau tahu siapa aku?" ucap Anes dibawah tatapan tajam Justin Rodegro, pria lemah yang dahulu pernah ia tolak mentah-mentah. "Kau? Kau hanya seorang pelayan yang kupekerjakan." Anes mengalami insiden yang tidak dapat dijelaskan oleh logika. Ia yang awalnya merupakan putri tunggal penerus keluarga Haven berpindah ke tubuh seorang wanita pelayan di keluarga Rodegro setelah terlibat dalam sebuah insiden kecelakaan lalu lintas. Justin Rodegro, putra kedua keluarga Rodegro yang selalu hidup dalam bayang-bayang kakak laki-lakinya, entah bagaimana berubah status menjadi penerus keluarga Rodegro. "S-saya adalah pelayan anda, Tuan," ucap Anes setelah beberapa waktu. "Wanita yang kusuka tidak mudah menundukkan kepala. Tegakkan kepalamu, ANESYA HAVEN!"
All Rights Reserved
#102
rich
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • The Perfect Strangers
  • Only for Villainess (Tamat)
  • The Devil Boss [TAMAT]
  • TOUCHED (End)
  • MY CEO ✓
  • Ayesha Transmigration

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines