Story cover for HELLO DADY (Ongoing) by Labrias
HELLO DADY (Ongoing)
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Nov 10, 2022
Terlalu lama belajar di luar Negeri membuat Jia jauh dari rumah, hingga kematian sang ibu yang mengakibat kan gadis itu harus kembali pulang ke tanah airnya.

Namun sebuah fakta mengejutkan tentang kelangsungan kehidupan sang ibu tanpa diri nya membuat Jia harus tinggal satu atap dengan seorang pria dewasa. 

---------------

"I need you to remember something little girl, I'm not your real father."

"Yes i know that papa,"

"Good girl."

----------------

Ingin jadi Ratu?
Maka jadi lah putri ku.
All Rights Reserved
Sign up to add HELLO DADY (Ongoing) to your library and receive updates
or
#74sugar
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √ cover
Daddy's Girl cover
NGEBABU-KTH [END] cover
My Boy [JK] cover
I Love You Daddy! [Completed] cover
Bangtan Appa. [END]✔ cover
My husband   cover
BTS : SCENARIO cover
Steffan Javis ( TERBIT ) cover

WHY DOES MY BROTHER HATE ME? [REV] √

46 parts Complete Mature

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?