Story cover for Missing Piece by LimuroSan
Missing Piece
  • WpView
    LETTURE 53
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 53
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 2
Completa, pubblicata il nov 11, 2022
Dia ... seorang pianis yang menyukai melody yang tercipta,disetiap bagian hidupnya hanya ada melody dari tuts yang menyempurnakan harinya.Dia,orang tanpa sengaja yang mengisi kursi kehidupanku.Remaja pecinta musik lebih dari apapun,siapa yang mengenalinya? tidak banyak,dia berbakat tapi selalu bersembunyi.Pencapaian yang terdengar ditelingaku hingga akhirnya aku mengenalnya,aku yang tidak begitu menyukai musik tidak tahu apa yang orang seperti dia pikirkan dan ada sedikit rahasia kecil yang pria itu sembunyikan.
Aku,seseorang yang selalu ragu dalam segala hal bahkan berpikir orang seperti dia tidak pantas mengenal keberadaanku dan sebaliknya,dialah yang mengubah pandangan hidupku.Membuatku bisa lebih menikmati kehidupan yang kuanggap membosankan,saat itulah ceritaku dimulai tirai yang kututup akhirnya menampilan pertunjukannya.
Setiap hari,setiap waktu,setiap jam aku selalu berpikir "BAGAIMANA CARA MENIKMATI HIDUP?"

-Saat itulah kalian melihat cahaya yang menyelinap menyusuri kegelapan,memenuhi setiap ruang kehidupan dan menyinari senyuman-
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Missing Piece alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 8
Lukisan Amerta Anyura cover
JATUH CINTA SETELAH MENIKAH cover
Butterfly Effect cover
Titik di Bagian Koma cover
viewpoint cover
The Rainy Nights (END) cover
WIZARD (Broken Butterfly) END cover
The White Sky cover

Lukisan Amerta Anyura

1 parte Completa

Hari ke hari, tahun ke tahun, aku bertemu banyak pria dimana mana, namun aku tetap mencintai dirinya dan mengagumi dirinya. Sudah setengah tahun sejak aku dan dirinya tuk bertemu terakhir kalinya, dikala wisuda purna siswa takdir berkata untuk menyatukan kita. Tak ku sangka aku dan dia duduk bersebelahan, entah takdir sedang mengujiku atau memberiku kesempatan bertemu tuk terakhir kalinya bersama dia. Dikala itu aku berandai-andai bahwa kita kan duduk bersebelahan lagi dimasa depan, atau lebih tepatnya dipelaminan. Namun semua nya hanya masalalu, kini aku dan dirinya berpisah dan kembali ke dunia dan jalan masing-masing. Meskipun aku tak pernah lagi bertemu dengannya lagi, aku masih tetap mencintai dan mengagumi dirinya, inilah namanya mencintai dengan hati,meskipun tak pernah melihat nya tapi hatiku berkata selalu ada dia dihatiku. Tentunya aku merindukan kenangan ku dan dirinya, berbincang bersama, tertawa bersama, bercanda bersama, belajar bersama dan apapun itu bersama nya. Dikala hati ku merindukan nya, aku menggambar dirinya. Seperti yang orang orang katakan "jikalah engkau membuat seorang seniman jatuh hati, maka saat itu juga engkau dinyatakan abadi didalam karyanya"