Missing Piece

Missing Piece

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 21, 2022
Dia ... seorang pianis yang menyukai melody yang tercipta,disetiap bagian hidupnya hanya ada melody dari tuts yang menyempurnakan harinya.Dia,orang tanpa sengaja yang mengisi kursi kehidupanku.Remaja pecinta musik lebih dari apapun,siapa yang mengenalinya? tidak banyak,dia berbakat tapi selalu bersembunyi.Pencapaian yang terdengar ditelingaku hingga akhirnya aku mengenalnya,aku yang tidak begitu menyukai musik tidak tahu apa yang orang seperti dia pikirkan dan ada sedikit rahasia kecil yang pria itu sembunyikan. Aku,seseorang yang selalu ragu dalam segala hal bahkan berpikir orang seperti dia tidak pantas mengenal keberadaanku dan sebaliknya,dialah yang mengubah pandangan hidupku.Membuatku bisa lebih menikmati kehidupan yang kuanggap membosankan,saat itulah ceritaku dimulai tirai yang kututup akhirnya menampilan pertunjukannya. Setiap hari,setiap waktu,setiap jam aku selalu berpikir "BAGAIMANA CARA MENIKMATI HIDUP?" -Saat itulah kalian melihat cahaya yang menyelinap menyusuri kegelapan,memenuhi setiap ruang kehidupan dan menyinari senyuman-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly Effect
  • The White Sky
  • Memory of The Love Melody {Completed}
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • Rain Drops ( On Going )
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Lily Kacamata - [ COMPLETED ]

Di usia yang telah memasuki 25 tahun, aku merasa seperti seorang penonton di pinggir lapangan, tersingkir dari hiruk-pikuk serunya kisah cinta masa remaja yang dulu begitu membara. Mati rasa kini perlahan menggerogoti diriku, mengambil alih hari-hari yang dulu dipenuhi oleh harapan dan semangat. Tak ada lagi senyuman yang muncul di pagi hari karena antusiasme akan bertemu kekasih di sekolah. Tidak ada lagi getaran hati ketika mendengar deru sepeda motor yang selalu menemaniku menuju sekolah. Tidak, tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah rutinitas hari-hari yang melelahkan, penuh kesal dengan pekerjaan yang semakin menumpuk, seakan-akan menyerap semua energiku. Hari-hari yang terasa monoton diisi oleh rentetan pekerjaan yang tidak ada jedanya. Aku, Ayleena Pratiwi, merindukan kupu-kupu kecil yang pernah berterbangan dalam perutuku--sensasi aneh namun menyenangkan yang dulu selalu menemaniku. Perasaan mulas disertai jantung yang berdegup kencang, yang dulu begitu intens kini hanya menjadi kenangan samar. Rasanya seperti berusaha mengingat melodi sebuah lagu yang pernah ku dengar, namun seiring waktu, liriknya hilang dari ingatan. Ah, kapan terakhir kali aku merasakannya? aku bahkan sudah lupa. UPDATE TIAP JAM 7 MALAM

More details
WpActionLinkContent Guidelines