Nama gue Aila Ratulia.
Hmm,,, menurut gue sih gue itu,cantik yah. Tapi, kenyataannya gue gak secantik itu. Yah, gue tetep aja pede kalau gue ini cantik!.
Beda lagi nih kalau menurut kakak gue, dia bilang gue itu bawel ples gak ada cantik-cantiknya. Terus menurut temen gue,gue itu bar-bar.
Gue sih gak perduli apa kata mereka yang penting nyokap sama bokap gue bilang kalau gue itu baik,ramah tama dan tidak sombong,cantik lagi.
Makanya gue selalu pede kalau gue itu CANTIK.!
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
"BISA GAK TO THE POINT AJA!!!"
"Lo naik pitam mulu deh."
"Awas nanti tinggi darah lo kumat."
"Kak kalau lo belum juga ngomong,gue matiin beneran nih."
"Ets jangan dulu lah."
"Ya udah cepetan ngomong!"
"Masakin gue,gue laper."
"Enak aja nyuruh-nyuruh."
"Masak sendiri kak,lo udah gede juga." (Mematikan telphon)
"Hallo Dek,gue belum selesai ngomong."
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Ardan ardiantara cwok teraneh sedunia yang pernah gue kenal.
Semenjak dia pindah ke kelas gue,gue selalu di buat darah tinggi sama dia,semuanya berubah ketika dia mulai masuk dalam ke hidupan gue.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Kelihatan harmonis,baik-baik saja seperti tidak ada apa-apa yang terjadi. Tapi,kenyataannya berbeda. Apa yang di lihat tidak sama dengan apa yang terjadi. Itulah definisi keluarga Aila Ratulia.
kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya.
" oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya
"Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?"
"Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani
"Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan
"Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero
"Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara
"Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa
"Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara
"Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas
'''''
"Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman
"Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel
"Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas