Menghidupkan yang Mati

Menghidupkan yang Mati

  • WpView
    Reads 373
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 17, 2023
Jatuh cinta itu mudah, membuat orang lain nyaman dengan kita pun sangat mudah. Tapi, apakah hanya dengan cinta dan rasa nyaman membuat orang mudah melupakan hal apa saja yang terjadi dalam hidupnya? sehingga kedua rasa itu bisa membuat kita melabuhkan hati dan harapan pada orang yang menciptakan rasa itu. Tentu tidak! Karena pengalaman hidup adalah guru paling berharga. Untuk mengarungi bahtera rumah tangga, cinta dan rasa nyaman saja tidak cukup. Banyak hal yang harus wanita pertimbangkan. Lalu, bagaimana jika kita harus menghidupkan kembali sesuatu yang sudah mati? Terdengar mustahil, karena apapun yang sudah mati tidak akan pernah hidup kembali kecuali Hati. Walau berat dan tertatih, inilah perjalanan hidup Kenzie yang berusaha menghidupkan kembali Hati yang Mati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Jodoh Pilihan
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Narasi patah hati
  • ANTARA DOA DAN RASA

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines