pemilihan umum bukan pesta............

pemilihan umum bukan pesta............

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 11, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Banyak orang berkata pemilu adalah "pesta", hanya di bumbui kata-kata pesta demokrasi atau pesta rakyat. Pesta, berasal dari bahasa latin yaitu "festus" (happy) bergembira, yang di barengi makan dan minum dan kadang hura-hura "fiesta"/"festival", suatu rangkaian perayaan tradisi Spanyol yang berfungsi menghormati Tuhan atau Dewa-dewa. Pemilihan umum legislatif 2018 baru saja berlalu memilih anggota DPR dan Perwakilan Rakyat yang berjumlah 560 yang mewakili suara rakyat sebanyak 240 juta penduduk dari Sabang sampai Merauke. Waktu itu tak terasa sisah kurang lebih 1 tahun para pemimpin akan mengakhiri masa jabatannya dan akan bertarung kembali di dunia politik. DPR mempunyai fungsi legislasi(pembuatan undang-undang) pengawasan dan Anggaran, melaluinya negara diatur dan dikendalikan menjadikan lembaga ini sangat penting dan berkuasa. Tidak demikian anggotanya undang-undang yang seharusnya dibuat untuk kepentingan rakyat namun bisa di manipulasi untuk kepentingan partai pemenang dan golongan tertentu tergantung integritas dan kualitas anggota yang memangku. Maka itu, pemilu itu serius dan sangat strategis menentukan nasib kita bersama bukan sekedar datang ramai-ramai pesta ke kotak suara dan mencoblos tanpa kenal dan calonnya bila pemilihan umum dianggap sekedar "pesta" gembira maka "golput" pun tak perlu ada juga tak ada tokoh Arif kebijaksanaan memperingati golput bisa bahaya. Karena bisa memenangkan orang jahat dan mengalahkan orang baik kita tidak ingin orang jahat mewakili kita dan kemudian menghancurkan Indonesia....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setala Gema
  • Obrolan Warkop Republik Konoha
  • 𝐀𝐋𝐅𝐀𝐄𝐋 (𝐚𝐥𝐯𝐢𝐧𝐨,𝐟𝐚𝐫𝐞𝐥𝐢𝐧𝐨,𝐞𝐥𝐥𝐢𝐧𝐞)
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • THE DEATH TARGET
  • Cinta Dua Bersaudara (END) ✅
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Garis Singgung Dua Dimensi (END SEASON)
  • HELLO, ASHEL!

"Kalau mau minta wawancara khusus apalagi minta putus ...." Jeda sesaat. Ilyas tersenyum menatap lawan bicaranya. "Syaratnya, kita harus kencan seharian. Masa, selama jadian kita nggak pernah jalan? Padahal kamu yang nembak, biarpun kamu sering pura-pura amnesia." Gara-gara ulah sahabat yang memakai nama dan telepon genggamnya untuk menyatakan cinta kepada seorang idola, Inara yang kena getahnya: ia terpaksa jadian dengan vokalis songong itu! Padahal, jurnalis remaja itu sudah jatuh hati kepada suara muazin yang kerap didengarnya setiap Sabtu malam ataupun Minggu subuh. Kalau boleh membandingkan, suara Ilyas yang seperti kaleng rombeng itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan suara muazin yang ia idolakan. Jauuuh sekali. Terlebih, dalam bayangan Inara, pemilik suara semerdu dan semenenangkan itu pasti tak hanya sekadar tampan sebagaimana Ilyas yang hanya bermodal 'bisa bikin cewek-cewek mimisan'. Bukan pula om-om, bapak-bapak, atau bahkan kakek-kakek seperti dugaan sahabatnya. Mungkin, Inara lupa sesuatu. Bukankah vokalis dan muazin sama-sama berurusan dengan suara?

More details
WpActionLinkContent Guidelines