(NOT) STRANGER

(NOT) STRANGER

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa yang menyangka, orang yang kita sukai bisa kita miliki? Walaupun hanya sementara dan tak lama, setidaknya kita pernah memiliki orang itu, yaa walaupun dia meninggalkan sejuta luka yang dia torehkan. Seorang perempuan riang, yang menyukai seorang pria yang terkesan cuek dan acuh. Dan takdir pun pernah merestui mereka untuk bersatu, tetapi hanya sekedar untuk saling mengenal lebih dalam dan lebih jauh, bukan untuk memiliki satu sama lain untuk selamanya. Sejuta rasa bersamanya, entah itu rasa suka duka, susah senang, sedih gembira, aku menikmati sejuta rasa itu selagi bersamanya. Di titik terendah kita mulai menyerah, cape dan muak, dan pada akhirnya kami memutuskan untuk hidup masing masing. Hingga titik dimana kita kembali menjadi dua insan yang tidak pernah mengenal satu sama lain. Dan kita pun saling mengasingkan diri kita. This (NOT) STRANGER. "aku mau kita selesain hubungan ini sampai disini aja ren, aku udah cape, aku muak sama hubungan kita yang terbilang toxic ini... " ucap meisya dengan suara bergetar. "oke" jawabnya dengan singkat padat jelas dan menohok hati. 'from strangers to lovers to stragers to back again and strangers again... '
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejaring
  • Married With Presma
  • SanuLora
  • Our Sweetest Secret
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • BETWEEN
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • BEM (Badan Eksekutif Mas-suami)
  • TOXIC!
Jejaring

"Kangen!" Aku melemparkan diriku ke dalam pelukannya. Kurasakan dia terkekeh pelan, lalu mengusap-usap rambut panjang ku yang aku tebak masih menguarkan aroma apel. "Baru keramas ya? Wangi banget!" Balasnya sembari mencium pelan ujung kepalaku. Aku tersenyum, lalu melepaskan pelukan dan mengangguk pelan. "Iya." "Bau apelnya masih ke cium nggak, Mas?" Tanyaku dengan mendongak dan melihat ke arahnya. Mas Biru yang berdiri di depanku mengangguk. "Masih. Candu banget baunya. Sini coba aku cek lagi!" Jawabnya sembari menarik ku kembali ke dalam pelukannya. Ya ampun bunda... Selamatkan aku sekarang! #1 kuliahonline #1 kulon #1 online #1 ppkm #1 populer #1 college #1 virtual #1 romantis #1 love #1 teenlite

More details
WpActionLinkContent Guidelines