MELODI Yang Memilukan

MELODI Yang Memilukan

  • WpView
    MGA BUMASA 2,678
  • WpVote
    Mga Boto 268
  • WpPart
    Mga Parte 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Apr 9, 2025
"Melodi memang bukan anak yang bisa memberikan banyak prestasi kepada mamah dan papah. Tapi bolehkah sedikit saja untuk menorehkan kebahagiaan kecil untuk Melodi. Hanya sedikit,tidak lebih. Setelah itu Melodi janji, Melodi akan terbang tinggi. Hingga tak terlihat lagi oleh dunia yang fana ini." Ini bukanlah cerita indah dengan segala hal manis di dalamnya. Bukan juga sebuah cerita yang hebat tentang sebuah perjuangan yang heroik. Ini hanyalah sebuah cerita tentang dia, seorang gadis yang tumbuh penuh dengan luka.Tidak ada yang spesial dalam ceritanya hanya sedikit kisah pemanis dalam kehidupannya. Hidup kadang memang perlu untuk memainkan peran, agar bisa terus hidup tenang.
All Rights Reserved
#282
mamah
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  •  HAZELA
  • RAPUH!
  • Aku Beban (ON GOING)
  • Is It Home ?
  • Raymentara
  • Different [END]
  • GALTHAR
  • Menyerah atau Bertahan?
  • AFKARA [END]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman