《BAD BOY》

《BAD BOY》

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2022
"lo itu harus mati" ucap pria itu kepada seorang wanita "gw gak mau mati,lo siapa,apa urusan lo sama gw" teriak gadiss itu "dengar ya lo itu harus mati gara gara lo,adik gw harus patah hati,sebab lo yang terlalu egois,lo gak mentingin diri orang lain,lo cuma mentingin diri sendiri,lo harus mati!!" "woi berhenti lo,jngn sakitin dia,maju lo sini kalo lo cowok" "dassar bajingan ini juga gara gara lo" "gw gak peduli,mau ini gara gara siapa" ucap pria ini kepada lalaki bejat itu. "serang!!" ucap para genk mereka. dan di saat itu perkelahian pun mulai. ~~~~~~~~ "lo gak papa kan" "maafin gw gara gara gw lo sama teman teman lo harus rela bonyok bonyokkan" ucap perempuan itu kepada cowok itu. "lain kali apa yg gw bilng lo hrus turuti,biar lo gak begini lagi" ucap pria itu. "iy,maafin gw ya" "udah lo harus pulang biar luka lo di bersihin,gw antar lo pulang ya" ucap pria itu kepda lea. "makasihh" ▪︎▪︎~~~~~~~~▪︎▪︎ "dassar pembawa sial,kenapa tu cowok harus datang,seandainya dia g datang pasti gw berhasil bunuh tu cewe" ucap ia sinis "lo haruss selidiki latar belakang mereka berdua" ucap pria tersebut kepada suruhannya "baik bos" "liat dan tunggu aja pembalasan dari gw"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • DIKANESHA
  • SPOILEDBOY
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • RAKAALENA
  • Cuaca
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • Bad Papa
  • Naughty Nanny
  • RAY & RAN {TAMAT}

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines