Aku Harap Kamu Tahu

Aku Harap Kamu Tahu

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 14, 2022
Trauma yang dihadapi Cia sangat sulit untuk disembuhkan. Dengan tertawa dapat menyembunyikan kepedihan yang dialami oleh Cia. Tak sedikit waktu untuk menenangkan diri pasca trauma kambuh. Bercerita tentang kehidupannya sangatlah ingin dirasakan oleh Cia, namun apa daya yang dapat dilakukan hanyalah menyembunyikan dengan tertawa. Tidak ada yang mengetahui apa arti di balik tawa nya, bahkan keluarga inti nya pun menganggap bahwa Cia adalah orang yang sangat ceria, selalu tertawa dan mencairkan suasana dengan bertingkah bak anak kecil.
All Rights Reserved
#7
ronald
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • JANJI TANPA SUARA
  • Pov Of Love (END)
  • AKHIR DARI KISAHKU
  • Raina Maramitha
  • SIDNEY
  • Sudut Luka Nazea
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Narasi patah hati

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines