Story cover for Gadis Rapuh  by AninRaina
Gadis Rapuh
  • WpView
    LETTURE 8
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
  • WpView
    LETTURE 8
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
In corso, pubblicata il nov 13, 2022
Ini bukan cerita tentang seorang anak perempuan yang tidak mempunyai keluarga yang utuh, bukan tentang anak perempuan yang belum menemukan belahan jiwanya, bukan tentang anak perempuan yang memiliki keluarga cemara, bukan juga tentang anak perempuan yang di treat like a queen oleh cowo dan kakak-kakaknya. Ini hanyalah cerita tentang seorang anak perempuan tunggal yang dituntut selalu sempurna oleh kedua orang tuanya yang selalu merasa kesepian yang selalu gagal dalam masalah percintaannya, terjebak dengan masa lalu, selalu dibanding-bandingkan, selalu direndahkan dan dia ingin pergi tapi ada kewajiban yang harus dia lakukan
Tutti i diritti riservati
Tabella dei contenuti
Iscriviti per aggiungere Gadis Rapuh alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
Avyan (End) ✓ cover
Enigma Jenggala cover
Waktu?  cover
PUASA GEMERALD  cover
Titik Koma; Sketsa (TERBIT - STORA) cover
Bukan Cerita Kita cover
Memorist | END cover
About Raya cover
Don't hate me || Jeno Jaemin [END] cover

Avyan (End) ✓

45 parti Completa

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?