Lawuh
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 1, 2023
Seorang wanita bernama Naina berulang tahun yang ke dua puluh tiga tahun , tapi entah kenapa dia mengalami kejadian mengerikan yang berlanjut dengan beberapa kejadian tak terduga seperti melihat hal tak kasat mata dan gangguan dari pada makhluk halus , awalnya Nana berpikir jika itu semua hanyalah khayalan semata. Suatu ketika Nana ditugaskan untuk pergi ke desa lawung yang mengalami gagal pertumbuhan kerena semua tanaman yang di tanam di desa tersebut tidak tumbuh. Berangkatlah Nana ke desa tersebut untuk menjalankan tugasnya , saat sampai di desa tersebut dia mengalami keanehan dimana pohon pisang dan kelapa tumbuh subur di desa tersebut. Saat berada di desa tersebut Nana mengalami kejadian tak terduga dimana dia selalu di hantui oleh sosok wanita tua renta dengan wajah hancur yang selalu mengganggunya dengan mengatakan jika Nana adalah orang yang bersalah . Dari hari ke hari sosok itu semakin parah menggangunya sehingga membuatnya tidak tenang , Nana pun berusaha mencari tahu siapa sosok tersebut , akan tetapi sangat susah untuk mencari tahu siapa sosok tersebut , tapi pada akhirnya seorang pria tua memberitahukannya kepada Nana . Ternyata sosok tersebut bernama Lawuh sang penunggu di desa lawung , menurut cerita yang beredar di desa tersebut sosok tersebut marah dengan penduduk desa yang dulu hidup berfoya-foya tanpa memperhatikan lingkungan sekitar sehingga desa tersebut mengalami kutukan yaitu tidak ada tumbuhan yang bisa hidup kecuali pohon pisang dan pohon kelapa. Nana heran kenapa sosok tersebut menggangunya , Apakah karena sosok tersebut tidak menyukai keberadaan dirinya disana ? Mengapa sosok tersebut selalu menyalahkan Nana?
All Rights Reserved
#2
pedalaman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Hutan Terlarang [END]
  • Rumah Kuyang
  • NOESIS [END]
  • [END] My First Love Lived Next Door
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • ANNO: TWINS BUT DIFFERENT
  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]

Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines