We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Valcke

The Valcke

  • WpView
    Reads 186
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 31, 2023
WpInfo
Fiction
Historical
"Memang siapa yang akan kau lamar?" Tanya Sang Raja. Lucien menegakkan badannya dan tersenyum penuh percaya diri, "Duchess Aria Albern Evans de Valcke." "Sinting!" Pekik kedua orang tua Lucien. Kisah dua bangsawan Kerajaan Valcke dengan kepribadian yang bertolak belakang dan berperang melalui rumor anak-anak demi mengembalikan nama baiknya. Warning: Little bit smut (i guess. Jadi mohon untuk kebijakan pembaca) OC! Menggunakan wajah orang lain sebagai face claim agar dapat memudahkan imajinasi pembaca. Bahasa masih terlalu berantakan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Tyrant With Villainess
  • From Lukover to Seoul
  • Wasted Princess [On Going]
  • Love U, Noona... (WonB Ver.)
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • AIRIS
  • Kill The Tyrant

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines