Imaginary Friend

Imaginary Friend

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 31, 2022
Normalnya, semua orang memiliki rasa takutnya sendiri. Begitupun dengan Aru. Ia takut untuk berteman, ia takut berbicara di depan kelas atau di depan banyak orang, ia takut akan pandangan-pandangan orang terhadapnya. Ia ... takut. Dan realitas kehidupan yang tak ingin dihadapinya ini pada akhirnya membawa gadis itu kepada seorang pemuda bernama Kei. Kei datang untuk membantunya dengan sebuah perjanjian yang telah disepakati hari itu. "Aku akan menemanimu sampai batas waktu yang ditentukan, juga membantumu. Hanya sampai usiamu 17 tahun. Tapi berjanjilah padaku bahwa kau tetap akan bertahan." Mereka menyepakatinya, dan juga menepati janji masing-masing. Namun Aru hampir saja melupakan salah satu syarat yang Kei ucapkan. Perjanjian mereka memiliki batas waktu, dan jika mereka melewatinya maka kehadiran Kei yang semula berfungsi sebagai penyelamat hidup Aru akan berubah menjadi sebuah kutukan untuk gadis itu. Akankah Aru bisa melawan semua rasa takutnya tanpa Kei? "Aku Kei, dan Aru ... aku akan selalu berada di sisimu kapanpun kau membutuhkanku."
All Rights Reserved
#3
imaginaryfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • [END] Love Yourself : The Secret Of Life
  • Till I Meet You
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • LALA
  • Unbroken Flower
  • Unread Massages
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Reverie

Apa yang akan kalian lakukan jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu? Adakah beberapa hal yang dulu kalian sesali yang ingin diubah? Inara Arum Kumala, perempuan 25 tahun yang tiba-tiba terbangun di tahun 2016. Ia terbangun di tubuhnya yang saat itu masih berusia 17 tahun. Selama ini hidup Nara berantakan dan kacau balau, ia selalu menyesali pilihan-pilihan dalam hidupnya. Kata "andai" berulang kali terucap, namun itu bukanlah mantra yang dapat mewujudkan keinginan. Entah bagaimana, keajaiban itu datang pada Nara setelah ribuan kali menyalahkan ketidakberuntungan, menyalahkan keadaan, juga semesta yang tak pernah berpihak padanya. Namun kini permasalahannya adalah apakah Nara dapat memastikan kesempatan kedua ini dapat mengubah nasibnya di masa depan? Atau jangan-jangan beberapa berubahan yang dilakukannya justru semakin memperburuk keadaan? Tidak, atau bagaimana jika kemungkinan terburuknya Nara tidak dapat mengubah apa pun? N.B. Cerita ini memiliki alur campuran (maju mundur), sehingga diharapkan sebelum membaca untuk memperhatikan catatan waktu pada setiap bab agar tidak menimbulkan kebingungan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines