Imaginary Friend

Imaginary Friend

  • WpView
    Lectures 80
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadTerminé sam., déc. 31, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Normalnya, semua orang memiliki rasa takutnya sendiri. Begitupun dengan Aru. Ia takut untuk berteman, ia takut berbicara di depan kelas atau di depan banyak orang, ia takut akan pandangan-pandangan orang terhadapnya. Ia ... takut. Dan realitas kehidupan yang tak ingin dihadapinya ini pada akhirnya membawa gadis itu kepada seorang pemuda bernama Kei. Kei datang untuk membantunya dengan sebuah perjanjian yang telah disepakati hari itu. "Aku akan menemanimu sampai batas waktu yang ditentukan, juga membantumu. Hanya sampai usiamu 17 tahun. Tapi berjanjilah padaku bahwa kau tetap akan bertahan." Mereka menyepakatinya, dan juga menepati janji masing-masing. Namun Aru hampir saja melupakan salah satu syarat yang Kei ucapkan. Perjanjian mereka memiliki batas waktu, dan jika mereka melewatinya maka kehadiran Kei yang semula berfungsi sebagai penyelamat hidup Aru akan berubah menjadi sebuah kutukan untuk gadis itu. Akankah Aru bisa melawan semua rasa takutnya tanpa Kei? "Aku Kei, dan Aru ... aku akan selalu berada di sisimu kapanpun kau membutuhkanku."
Tous Droits Réservés
#23
imaginaryfriend
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Till I Meet You
  • [END] Love Yourself : The Secret Of Life
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • The Veil of the Elf Prince [ON GOING]
  • Unbroken Flower
  • LALA
  • Unread Massages
  • Reverie

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu