Aku Amara Nadhira quennara aku masuk organisasi seni musik tanpa ekspektasi apa-apa. Tapi hari itu, pandanganku langsung jatuh pada satu sosok Zegan Altar Denandra, kakak kelas yang dingin, tenang, dan selalu tampak berbeda dari yang lain. Dia duduk di sudut ruang musik dengan headphone melingkar di leher dan mata yang tajam namun kosong, seperti menyimpan dunia yang tak bisa dijangkau.
Kami tak pernah bicara. Bahkan saling menyapa pun tidak. Tapi entah kenapa, dia mulai sering melihat story Instagram-ku. Bukan sekali. Bukan dua kali. Dan sejak saat itu, aku mulai berharap-walau aku sendiri tak tahu apa yang sebenarnya kuharapkan.
Aku menyukainya. Diam-diam. Lewat nada yang tak pernah kudengar darinya. Dan meskipun kami seperti dua orang asing dalam ruangan yang sama, bayangannya tetap tinggal. Rasa ini tak pernah tumbuh lewat kata-kata, hanya lewat tatapan sekilas dan notifikasi kecil yang diam-diam kubaca berkali-kali.
(CC) Attribution-ShareAlike