Masa Lalu 3 Penjaga Langit.

Masa Lalu 3 Penjaga Langit.

  • WpView
    Membaca 151
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mar 22, 2024
Menceritakan 3 buah cahaya yang mendarat di sebuah Pulau berpasir kemudian pertemuan tiga teman yang akan mereka jelajahi dunia tersebut. Tetapi... tak disangka semuanya akan mengungkapkan diri sendiri. *** "Tak kan ku biarkan hal ini terjadi! aku tak ingin kehilangan seseorang lagi!"jerit nya dalam hati. *** "Kau kira aku menyerah dengan mudah hah?!"seru nya menahan rasa sakit. "Aku tahu kau itu kuat dan sangat keras kepala akan perintah,"menghiraukan perkataan pet nya sambil mengendikan bahu. "Kau!"menggertakkan gigi. Sesuatu muncul dengan cepat menghampiri dan siap meluncurkan pukulan ke arah pemuda yang tengah diganggu jiwanya. "Itu?!"menyadari seulet orang yang melewati nya. "Jangan Nona!!" *** terinspirasi dari game Sky: Children of the Light, dan kemungkinan ada tambahan bumbu fantasi agar terlihat lebih menyenangkan. @fanilida1705
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#417
sky
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DEVIL ON MY WINDOW
  • Just For a Moment (REVISI)
  • TIGA PENJAGA
  • Rassenkrieg: Absquatulate
  • LOVE AND AFFECTION (SKY NANI)
  • Our Little Brother (Bxb)
  • Wrath of Goddess [#3]
  • Reincarnated into the future

Dia bersama cahaya menerobos masuk ke jendela kamarku "kau tak apa?" mulutku tak mampu mengatakan apapun,hanya mataku yg dapat menjawab pertanyaan itu dengan air mata. "tak usah percaya siapapun lagi,kamu terlalu berharga" kata seperti itu membuat air mataku lebih membucah , seolah bendungan di mataku tak mampu lagi menahan luapannya. "Diaa..." mulutku bergetar melirihkan kesakitan hatinya. "dia lagi?" dia duduk dijendela kamarku dan bersandar, matanya tertutup dan membiarkan angin mengibaskan rambutku. air mataku tak mau berhenti mengalir,dia melihatku dengan sayu dan berkata "bagaimana aku bisa menjelaskan seberapa berharganya air mata mu?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan