LEVEN ( ON GOING )

LEVEN ( ON GOING )

  • WpView
    LECTURAS 275
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 30, 2025
Permainan yang menjadi favorit mereka adalah, nyawaku. Ya benar, nyawaku. Dimanapun kakiku berpijak, dimanapun aku merentangkan tangan untuk kebebasanku, dimanapun aku menemukan tempat yang nyaman untuk aku bisa berteriak sekencang-kencangnya, secepat mungkin mereka menjemputku untuk dibawa kembali kepada lingkaran yang membuatku kembali terbelenggu dengan waktu yang lama. Apakah kamu memikirkan cerita yang hanya dipenuhi oleh kasmaran anak remaja dan berujung bahagia? Tolong jangan berharap kepadaku, bahkan akupun tidak tau setelah aku memberi tau semua ini kepada kalian, akankah aku masih diberi kesempatan untuk melihat kembali kisahku atau tidak. Simple saja untuk semua ini, antara mereka yang menarik paksa dan mendorong nyawaku ke hapadan Tuhan, atau aku sendiri yang akan memberikannya secara cuma-cuma. Disaat aku ingin menyuarakan semuanya, mereka akan semakin menutupku rapat-rapat, mengubur fakta yang akan ku berikan kepada banyak orang, dan membuatku menjadi lawan untuk diriku sendiri. Happy Reading !!
Todos los derechos reservados
#92
girls
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Full Of Scratches
  • My Husband is Antagonist Novel [END]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Self Injury's(complete)✔
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Jerat-Jerat yang Tersuar Belum Tentu Tersiar
  • LOVE OF THE PAST
  • hay mantan !!
  • Become an Extra or Main Character [END]

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido