Aku , kamu dan takdir [LENGKAP]

Aku , kamu dan takdir [LENGKAP]

  • WpView
    Reads 448
  • WpVote
    Stimmen 304
  • WpPart
    Teile 37
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Juli 19, 2023
WpInfo
Belletristik
Romantik
Kisah dua orang yang saling mencintai tapi si cowok terlalu gengsi untuk mengungkapkan rasa suka nya ########### "Suka ama orang lain" jawab chalip datar " bisa dibilang begitu " timpal tasya "Kenapa?"jawab chalip "Simple sih, gw mau lu bahagia dengan pilihan lu trs krna selama ini gw slalu larang lu kan , sejujurnya lu risih kan ama gw"ucap tasya menatap mata chalip " gw gak pernah risih ama lu sya"jawab chalip ~~~~~~~~~ Kisah cinta yang begitu sulit dan terlalu banyak luka Apakah kisah mereka akan berakhir sadis ? No plagiat Cerita ini murni dari pemikirran author Tidak diambil dari kisah lain Plagiat jauh-jauh
Alle Rechte vorbehalten
#849
penyesalan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Why you Comeback
  • ZiAron [END]
  • EDAMAME [TAMAT]
  • kita dan waktu. [End]
  • REGATHAN [END]
  • Setulus Kasihmu (End)
  • MY BABY
  • Rindu
  • ALARA
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien