Story cover for ABRYALADENA by Cerryladiaaa
ABRYALADENA
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 37
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado nov 15, 2022
Jika kamu mencari ku, aku tidak akan ada. Bawa dulu aku kehatimu, jauh ke dalam hidupmu. Aku akan abadi, menetap dan selalu untukmu. Abryal Nevan, Lelaki yang tiba tiba hadir membawa warna warni dikehidupan Denaya Floretta. 

Untuk alasan mana dia muncul? 

Denaya dengan sapaan Naya berpikir, bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya adalah perjalanan, baik buruknya, bahagia marahnya, ia nikmati sampai dititik isi kepala penuh oleh pertanyaan riuh, kacau, menggelisahkan.

Abryal, kalau kamu adalah jawaban dari segala pertanyaan mungkinkah kamu terus ada disampingku?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ABRYALADENA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#753kuliah
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
AIRen cover
AHDH (Arti Hadirmu Dalam Hidupku) cover
Love Letters [END] cover
Married With Presma  cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Pemilik Hati Ketos Dingin (Tamat)  cover
Roommate With Benefits cover
Hi, Pak Dosen!  cover
KOSTAN JANUARTA  cover
You're [not] Mine cover

AIRen

15 partes Continúa

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."