Seperti Inikah Jatuh Cinta?

Seperti Inikah Jatuh Cinta?

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 5, 2024
Menikah tanpa cinta, dan menolak untuk saling mencintai, apakah pada akhirnya mereka mengalah dengan egonya masing-masing? Tidak tahu pasti. Kisah Gistara dan Guskia yang menikah sebatas formalitas, serumah tapi tak bisa disebut rumah, menikah tapi masing-masing.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Timpang Tindih
  • Setelah Kata Sah!
  • Marrying the Hot Guy? #Seri1
  • DESIDERIUM (SELESAI)
  • Duda Anak satu
  • Surga Bersamamu [Tamat]
  • Duda dan Janda Menikah (End)
  • my future husband

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines