Madah Tak Terungkap

Madah Tak Terungkap

  • WpView
    Membaca 328
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Nov 26, 2024
-hanya sebuah coretan yang mana akan aku aplikasikan tentang apa yang aku lihat. -hanya sebuah coretan yang mana akan aku ceritakan tentang liku liku kehidupan. -hanya sebuah coretan yang lahir dari hati seorang insan yang miskin ilmu. Madah Tak Terungkap, Puisi-puisi yang di tulis secara spontan mahupun diatur, Kata-kata yang di aplikasikan menjadi sebuah buku, Madah-madah yang dihasilkan dari jiwa. semuanya aku ceritakan disini. kalaupun ada yang sama seperti kisah kamu, itu hanyalah sebuah kebetulan. maaf andai puisi yang disampaikan akan lukakan hati kamu sang pembaca, tapi hanya aku yang tahu apa yang aku tulis, aku cerita Karya Agung, Madah Tak Terungkap- NrHnnaa
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • THE ONE [C]
  • - PENGORBANAN CINTA - [C]
  • Bila budak jalanan bercerita
  • MELODI TERINDAH(COMPLETE)
  • DANISH HAZIQ : Her Psycho Husband [OG]
  • Inara Amanda | C
  • [C] : PENGGODA MR DUDA
  • Kasih Yang Tersimpul
  • Noktah Cinta

Warning ❗️ •Typo dan penanda wacana bersepah sebab tak edit lagi. Baca lah dulu yang versi typo ya. Maaf. •Kena baca Eternity Love dulu baru faham jalan cerita ni nanti 😘 •Macam biasa, jangan letak expectation tinggi sebab plot cerita ni cliche sangat 🤭 Dari cinta monyet bertukar jadi cinta pertama. Dia percaya kalau cinta monyetnya itu akan menjadi yang pertama dan terakhir untuknya. Siapa sangka mereka akan bertemu kembali. Adelia mula menunaikan janjinya. " Hai Kekanda, miss me? " - Tengku Adelia Hannani Adelia mula merangka rancangan untuk mengikat kekanda yang dia tunggu selama ini. "Wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā'a sabīlā " - Nazeem Zulfaqar Tersentap? Tidak! Adelia, semakin dilarang semakin mendekat. Baginya, sekeras-keras kerak nasi, direndam akan lembut juga. Begitu juga dengan hati kekandanya itu. " Jangan tolak sangat kekanda, takut tersungkur ke hati adinda " - Tengku Adelia Hannani " Ni baju umur 5 tahun ke? Sendat macam nangka busuk. Sakit mata aku tengok. Badan tu kalau cantik nak tayang, tak apa juga " - Nazeem Zulfaqar Sakit mata? Tak ada masalah. Adelia boleh mengubah penampilannya demi kekandanya. " Cantik tak adinda? Elok tertutup dengan telekung ni. Memang confirm tak nampak apa dah. Semua dah tertutup demi kekanda " - Tengku Adelia Hannani Wanita itu, ada saja cara untuk counter balik sehingga Nazeem mati akal. Mampukah Nazeem pertahankan tembok yang dibina untuk menolak Adelia yang agresif mengejarnya itu?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan