ALANARA

ALANARA

  • WpView
    Reads 6,933
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 1, 2025
Dia yang selalu berjalan dalam kabut dengan mata yang tertutup Berusaha meraih kebahagiaan tanpa berfikir adanya rintangan Dia hidup untuk di kasiani bukan di kasihi ataupun sayangi Dia hidup karena di tahan bukan bertahan Dia hidup karena sebuah paksaan bukan kemauan Dan dia hidup dengan siksaan dan juga tangisan bukan canda tawa di sertai beribu kebahagian. "Semua memang sudah di atur oleh takdir, namun mengapa takdir ku harus seperti ini?" Bukan tidak bersyukur hanya saja sangat lelah untuk kembali berjalan lalu terjatuh tersungkur tanpa ada satupun tangan yang mengulur. Dimana kah keadilan yang engkau sebut-sebut itu, wahai engkau yang maha memghidupkan. Ribuan tangis pecah di iringi tetesan darah yang pada akhirnya "aku menyerah"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'll be Waiting for You
  • Fate at the Edge of the sword
  • Cinta Terakhir
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Enchanted Love : You Are My Light
  • Raden Aluna | END
  • Takdir Cinta
  • Power Of Destiny
  • Doa yang Tergantikan
  • BALADA KEHIDUPAN

"Kalo kamu terlahir kembali, kamu mau jadi apa?" tanyaku pada gadis manis di hadapanku. "Aku ingin menjadi mawar" tegasnya. "Mawar? Berduri? Cukup mengerikan bukan? Meskipun manis" aku melanjutkan percakapan. "Iya, karena ia cantik dan tegas. Meski ia berduri dan bisa melukai siapapun yang mendekat, tapi masih saja banyak binatang yang mau rela terluka dan mendekatinya. Menyenangkan bukan, semua yang mendekat tidak peduli dengan apa yang menjadi keburukannya" jelasnya beruntut. "Seperti harapanmu pada mereka-mereka" tegurku Ia hanya tersenyum sambil memandang langit yang terbentang meluapkan bebannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines