DARUNA
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam hidup kita di ajarkan tentang berbagai hal. Tentang menerima, ikhlas, sabar dan memahami. Dalam keempat kategori itu, setiap manusia sudah pasti akan diuji melaluinya. Dalam hidup, kita juga di ajarkan untuk selalu bersyukur akan apa yang kita punya. Entah saat kita memberikan sesuatu, menerima sesuatu ataupun ketika mendapatkan masalah. Besar atau kecil, kita patut mensyukurinya. Tuhan telah memberikan nikmat tiada tara pada kita, lantas pantaskah kita sebagai manusia untuk mengeluh? Pantaskah kita untuk tak mensyukuri nikmat dari-Nya? Namun nyatanya memang ada beberapa manusia serakah yang tak bisa seperti itu. Akan selalu ada manusia serakah yang tak tau arti dari kata syukur. Nadira Aurelia Wiratama atau kerap kali dipanggil Dira, gadis pemilik rambut hitam legam dan mata kecoklatan yang indah. Sudah lama ia memikirkan perihal manusia serakah, dan juga manusia penuh syukur. "Kak, kalau nanti kakak sudah besar, kakak mau jadi apa?" Pertanyaan polos itu terlontar begitu saja dari bibir sang adik. "Hm?" Dira sedikit menunduk untuk menatap mata bulat adiknya. "Eumm jadi apa ya? Superhero? Eumm tidak, tidak! Bagaimana kalau... Ultramen?!" Ia tak begitu menjawab serius akan pertanyaan polos itu. Karna sejujurnya ia sendiri juga masih ragu akan mimpinya sendiri. "Tapi Alfi ingin kakak jadi Superhero!!" Seru si kecil. "Superhero ya..?" Pikirannya melambung tinggi. Bisakah ia menjadi Superhero seperti kata adiknya? Apakah itu mungkin? Mengingat kehidupannya yang seperti ini, rasanya hal itu mustahil. Tapi mungkin ia akan berusaha dan berharap usahanya itu tak sia-sia. Senja kala itu menjadi saksi bisu akan mimpi seorang Nadira yang sepertinya akan gadis itu kejar sampai ia bisa mencapainya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA ITU INDAH YA?
  • Sudut pandang (felisha)
  • Senja dan Jingga
  • AETERNA  | Selesai✓
  • DANADYAKSA
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • NAYYARA

"Eh Nad," Ziro memanggilnya, suara cerianya penuh semangat. "Lo mau tau nggak persamaan lo sama bokap gue?" Nadira yang sedang sibuk mencatat hanya mengerutkan kening, sedikit terganggu. "Gak tahu, dan gak mau tahu," jawabnya cepat tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya. "Naad!" Ziro merengek, mencoba menarik perhatian Nadira. "Iya, iya, gak tahu tuh, apaan tuh persamaannya?" Nadira mengerutkan dahi, tidak sabar dengan pertanyaan Ziro. "Gaada habisnya," jawab Ziro sambil tertawa, dan Nadira hanya bisa mendengus kesal. "Hahaha, bisa aja lo," Nadira tertawa sedikit, meski suaranya terdengar sedikit dipaksakan. Sejak kedatangan Ziro, cowok baru di sekolah, Nadira merasa hidupnya semakin kacau. Mereka berdua memiliki persamaan yang tidak pernah terduga. Mulai dari perseteruan kecil yang penuh ejekan hingga perasaan yang mulai tumbuh di antara mereka. Akankah mereka berakhir seperti yang Nadira harapkan, atau ada sesuatu yang lebih besar yang menanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines