Story cover for Peta Langit by dilsaafh
Peta Langit
  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 15
Complete, First published Nov 16, 2022
Tidak pernah bertemu. Semua terasa semu. Lalu terbawa rasa yang penuh. Kanagara Nakasa, seorang gadis yang dibuat jatuh suka pada Jogja hingga jarak yang terbentang pun seolah tidak ada artinya. Ada Jogja berarti ada Oedara, Oedara Jirega Buana. Nakasa menyukai semua hal yang menyertainya karena Oedara itu definisi telur dadar tanpa bawang yang selama ini Nakasa cari.

"Udah boleh mutualan belum?" Kasaa menatap ruang obrolannya bersama Oedara.

"Hah? Bukannya kita udah mutualan ig dari lama?" Selang beberapa menit Oedara merespon dengan balik bertanya.

"Iya, mutualan ig nya emang udah dari lama, tapi mutualan perasaannya jangan ikut kelewat lama." Kasaa tersenyum tipis saat melihat dua centang biru tapi tidak ada tanda-tanda Oedara akan membalas pesannya.

Ada banyak harap yang takut hirap. Semoga Nakasa lekas menemukan Peta Langit, peta yang membawanya kepada rasa sembuh, bukan sekedar tumbuh lalu dibuat patah. Namun ditengah perjalanan yang biasanya cuman berjalan lurus, kini dia dihadapkan dengan dua arah. Ya, sang tokoh utama di buku lama, Alam Saglero Davi pun ikut datang dan menyapa seolah lupa kalau sempat membuat semuanya terasa hampa. 

💭💭💭

Selamat berkelana dan bersenang-senang bersama Nakasa, semoga selamat sampai tujuan, hati-hati jangan sampai patah hati. 

Terima kasih atas semua dukungan juga jejak yang ditinggalkan, itulah yang membantu Nakasa tahu harus berpijak kemana untuk kembali pulang.

Salam hangat sebelum dibuat nyaman.
All Rights Reserved
Sign up to add Peta Langit to your library and receive updates
or
#90sutradara
Content Guidelines
You may also like
Yogyakarta Mendarah by locematcha
22 parts Ongoing
❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.
JAM 3 SORE by KOKOTA_
54 parts Ongoing
JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️
Belia & Keandra (END) by Vitapspta0312
39 parts Complete
Selamat membaca, jangan lupa follow sebelum membaca🤗 Note: Baca hingga selesai jangan skip ya😁 𝓓𝓸𝓷❜𝓽 𝓬𝓸𝓹𝔂 𝓶𝔂 𝓼𝓽𝓸𝓻𝔂 ~~~~ "Gausah ngelak lo! dasar pembawa sial! gara-gara lo persahabatan gue sama Wildan retak" Keandra menendang dan mengacak meja dan bangku kelas yang baru saja ditata oleh Belia. "STOP Keandra! aku udah capek beresin ini semua. Kenapa kamu malah acak-acakin" Belia mencoba menghentikan Keandra. "Kemarin-kemarin aku masih bisa diam atas semua yang kamu lakuin ke aku. Kali ini engga Ndra! aku masih punya harga diri!" Isak Belia. "Mentang-mentang lo udah good looking jadi berani sama gue? gitu?" Keandra maju menghimpit tubuh Belia hingga menabrak tembok kelas. Dicekiknya leher Belia sangat erat. "Lo harus mati sekarang!" Ujar Keandra sambil tertawa. "Setelah lo mati, populasi orang miskin berkurang hahaha" Belia mencoba mengatur nafasnya yang tercekat. Dirinya benar-benar sesak karena dicekik oleh tangan Keandra dengan cukup kencang. "Ak-u ikhl-as Ndra, kalau kam-u ma-u bu-nuh a-ku se-karang. A-ku si-ap" Belia menatap Keandra sambil tersenyum. "Dasar cewek bodoh! miskin udik! kenapa lo cinta sama gue hah!" Belia menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak mempunyai alasan mencintai Keandra. Ya rasa itu datang begitu saja. "Hm kayanya gue ga puas kalau sekedar cekik lo. Lo harus terima akibatnya karena udah provokasi Wildan sampe keluar dari Darghost!" Keandra mengambil pisau lipatnya. Entah sadar atau tidak Keandra menusukan pisau itu ke perut Belia. "Aw-h ma-ma pa-pa akhirnya ak-u menyus-ul ka-lian.." Belia terkapar dengan darah yang lumayan banyak. ~~~ Warning⛔ Dilarang plagiat🗡️ Yuk baca👇 kalau ga suka tinggalin ajah ( '◡‿ゝ◡') Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat ataupun alur karena itu asli pemikiran saya sendiri. ♥╣[-_-]╠♥ # 9 in angan |30-12-21| # 1 in belia |30-12-21| # 1 in rintihanhati |30-12-21| # 1 in keandra |30-12-21| # 3 in sint
Aksara Lingga by Larisakuma08
59 parts Complete
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
KITAB SAKTI PUKULAN LUNAK by KriswanDriyanto
32 parts Complete Mature
KITAB SUCI PUKULAN LUNAK *Inilah Kisah Ranggad Buttingguh untuk mendirikan Wangsa Buttingguh. Wangsa Baru sebagai tanda Zaman Kemerdekaan Untuk Siapapun Yang Gigih Mencari Jati Dirinya. Kiprah Ranggad adalah Lambang Pembaharuan Keluarga Besar Wangsa Muncarkeleng. Wangsa yang Tidak Adil. Wangsa yang Tega Memutus Matarantai Kewangsaan terhadap Darahdagingnya sendiri, yaitu Ranggad Buttingguh. *Dalam Pencarian Jatidirinya, Ranggad Buttingguh bertemu dengan Leluri Garbarumsih Bethari, yang juga sedang kesendirian untuk berjuang mengelola potensi diri. Mereka Berdua melanglangbuwana untuk mewujudkan impian masing-masing di dalam kenyataan. Juga menghayati kenyataan di dalam impian. Gerak hidup Mereka mengacu pada Pilar Wingit: "Aku Laku Tapa, Lumaku Kosong, Namun Sejatinya Isi. "Aku Lumaku Isi, Namun Sejatinya Kosong." *Banyak Kejadian Aneh Bahaya yang dihadapi Ranggad dan Bethari, sehingga mereka berdua secara wajar alami di dalam pengembaraanya, telah berhadapan dengan, "Gerakan Rahasia Untuk Menguasai Jagad Kedigdayaan." *Gerakan Rahasia Ini terkenal sebagai: "Perkumpulan Jagad Binangkit," yang dipimpin oleh Sang Pemimpin Agung Galus Pancas Gumintang. Ia, Boneka Saja, karena Otak Pengendali "Perkumpulan Jagad Binangkit" yang sesungguhnya adalah Orang Cerdik Licik Sadis, yang dijuluki sebagai "Manusia Bungkus." Ia Seorang Gila Ganas Sakti, yang Serakah Ilmu Kedigdayaan dan Rakus Puncak Kekuasaan. Dengan ambisi besar untuk bisa Mengendalikan Hidup Manusia seturut Kehendaknya Sendiri. *Mampukah Ranggad dan Bethari Menumpas Gerakan Rahasia tersebut? Bagaimanakah Kelanjutan Jalinan Getar Jala Rasa Mereka? Apakah sesungguhnya Isi Rahasia dan Misteri yang berada di dalam Kitab Sakti Pukulan Lunak? Salam Mengerling Diri Sendiri: Mengapa aku ada di sini? KriswanDriyanto Kebun Dongeng Catramanjiwa Sleman 55513 Yogyakarta
You may also like
Slide 1 of 10
Yogyakarta Mendarah cover
Janji diujung Lontaraq cover
Yogyakarta dan Kenangan cover
JAM 3 SORE cover
Belia & Keandra (END) cover
Aksara Lingga cover
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
Langit Pemisah【END】[Sudah terbit] cover
My Ice Prince  cover
KITAB SAKTI PUKULAN LUNAK cover

Yogyakarta Mendarah

22 parts Ongoing

❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.