We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AL 'ARSHA

AL 'ARSHA

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 10, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kelam nya masa lalu hingga tidak bisa bangkit dan terjebak di lubang paling dalam,akan kah seorang Nazriel reynand al arsha bisa terbebas dari segala teror yang membuat dirinya seperti buronan. Banyak nya teror dan ancaman musuh membuat arsha hampir ingin mengakhiri hidupnya di tambah dengan masa lalu yang membuat nya trauma hingga hampir depresi, bisa kah arsha melewati semua ini? Sifat arsha yang kasar dan dingin tidak pernah terbuka dengan orng lain bahkan dengan keluarga nya sendiri. ***** "Al kita bisa terus gini kan".gadis itu menggenggam telapak tangan arsha sambil tersenyum lebar. Arsha mengangguk dan mengacak-acak rambut nya."bisa".senyum cowo itu sangat tulus pada tiga tahun yang lalu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Between us
  • Gupta
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Waktu?
  • FIZYA
  • Ar'Gatha (selesai✔)
  • KEPERGIAN SENJA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]

Januka Arshad tumbuh dalam diam. Anak yang terlalu sering ditinggal, terlalu lama menunggu pelukan yang tak pernah datang. Dibesarkan di antara suara pertengkaran, janji palsu, dan dinginnya kasur kosong... ia jadi ahli menyembunyikan luka di balik senyum kecil yang dipaksakan. Sampai suatu sore yang muram, di bawah hujan dan di halte yang sepi, ia bertemu Serena-gadis bermata helang yang sinis, tajam, dan seolah paham rasa sakit tanpa harus dijelaskan. Serena tidak menunggu siapa-siapa. Ia berhenti berharap sejak lama. Bedanya dengan Januka hanya satu, Serena sudah mati rasa, sementara Januka masih menggenggam sisa-sisa harapan. Mereka tertawa bersama. Saling menyembuhkan. Hingga pada akhirnya, kebenaran datang seperti petir yang menyambar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines