Story cover for Something Unfinished by Sweet_girl77
Something Unfinished
  • WpView
    Membaca 143,703
  • WpVote
    Vote 9,100
  • WpPart
    Bab 49
  • WpView
    Membaca 143,703
  • WpVote
    Vote 9,100
  • WpPart
    Bab 49
Bersambung, Awal publikasi Nov 17, 2022
Dewasa
"You see, aku tidak pernah mau berinvestasi kepada sesuatu yang timbal baliknya tidak memuaskan. Membayar biaya operasi ayahmu dan yang aku dapatkan kembali hanyalah uang dengan nominal serupa dengan jangka waktu yang sangat tidak jelas."

"Sangat tidak menarik, Kavita."

Kedua tangan Kavita semakin terkepal erat dan dengan air mata yang rasanya terus saja mendesak untuk keluar, ia bertanya, "Silahkan Bapak tetapkan bunga yang harus saya bayar. Meski saya harus kerja dari pagi sampai pagi lagi, saya akan melakoninya, Pak. Asal Bapak mau membantu saya."

Zane menyeringai kecil. "Bunga? Aku punya banyak uang, Kavita. Bunga yang jumlahnya tidak seberapa dari hutangmu, aku tidak butuh."

"Lalu apa? Bapak menginginkan apa dari saya?" Zane tersenyum puas dalam hati tatkala akhirnya ia mendengar kalimat yang diinginkannya. 

Pertanyaan yang bisa membuatnya memiliki perempuan di depannya, memilliki obsessinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Something Unfinished ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Brothers oleh eMikoe
12 bab Lengkap
"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.
Game Of Obsession oleh Nbula_Qn
61 bab Bersambung Dewasa
Azura, seorang gadis yang tak sengaja bertemu dengan seorang cowok saat berteduh di sebuah kafe. Percakapan singkat tentang novel malah membuatnya terjebak obsesi gila cowok itu, yang sayangnya adalah tipe cowok red flag yang sangat mengekang kehidupannya, Namun ia juga tipe gadis pemberontak yang tak mau diatur. Namun semuanya malah berubah setelah Zaverino meninggalkannya tanpa kejelasan selama satu tahun. Hingga keduanya bertemu kembali, cinta yang belum selesai itu terhubung kembali. Namun kali ini keduanya malah menciptakan sebuah permainan Obsesi yang membawa keduanya menuju jurang kematian. _____ Zaverino terkekeh pelan, lalu dengan cepat dia menarik tangan Azura, dan mencengkram pergelangan tangan gadis itu lalu menariknya mendekat. Azura terkejut, tapi Zaverino hanya menatapnya dalam. "Gue gak suka," katanya, suaranya pelan tapi berbahaya. "Gue gak suka lo jalan sama dia." Azura meronta, berusaha menarik tangannya, tapi cengkraman Zaverino tetap kuat. "Lepasin, Zav. Lo gak punya hak buat ngatur gue!" Zaverino menyipitkan mata, lalu menariknya lebih dekat lagi, hingga Azura bisa merasakan napasnya yang hangat di wajahnya. "Lo masih gak ngerti, ya?" Bisiknya. "Gue gak butuh hak. Gue cuma ngasih tau fakta. Lo milik gue, Azura." ______ Mampukah Azura bertahan dengan permainan obsesi gila pria itu? Apa yang harus ia lakukan terhadap tipe red flag pengekang seperti itu? Penasaran? langsung baca aja ‼️ __________ No Plagiat ⚠️⚠️⚠️
Naughty Nanny oleh SitiUmrotun
81 bab Lengkap Dewasa
"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."
ASHER oleh ssndarry111
8 bab Bersambung
Semua orang bilang cinta pertama itu manis, tapi bagi Selena, cinta pertamanya terasa seperti penghianatan. Selena tak pernah berpikir bahwa perasaan hancur yang menyayat setelah ditinggal pergi oleh Raven bisa membawanya ke titik ini. Sakitnya seperti membakar dari dalam, tapi malam itu, di bawah sorotan lampu klub yang berkilauan, dia memilih untuk melupakan semuanya. Terlalu banyak minum, terlalu banyak mencoba melarikan diri. Dan dalam kebingungannya, dia tak sadar bahwa dia telah menarik perhatian seseorang yang jauh lebih berbahaya dari apa pun yang bisa dia bayangkan. Namun, tanpa sengaja, di tengah keramaian dan musik yang menggema, langkahnya terhuyung. Dia menabrak seorang cowok, tinggi dan tampan, sosoknya langsung menarik perhatian Selena. Dengan kepala sedikit pening, dia mendorong cowok itu ke sofa terdekat. Apa yang terjadi berikutnya membuatnya lebih terkejut. Dalam keadaan setengah sadar, Selena mengusap pipi cowok itu dengan lembut, menatap bibirnya, dan bertanya "Kenapa bibir lo bisa pink? Apa lo pake lip serum? Gue cium boleh?" *Cup Cowok itu membeku, terkejut dengan kelakuan Selena. Namun, sebelum dia bisa berkata apa-apa, Selena langsung mencium bibirnya. Untuk sesaat, cowok itu terhenti, bingung, tetapi entah kenapa, perasaan yang mengalir di dalam dirinya sangat berbeda. Ada sesuatu yang membuatnya ingin lebih-sesuatu yang tak bisa ia jelaskan. Dan sejak malam itu, cowok itu tidak bisa berhenti memikirkan Selena. Ciuman itu, meskipun impulsif, menumbuhkan sebuah obsesi yang semakin tumbuh kuat setiap harinya. Baginya, Selena bukan hanya sekadar cewek yang ia temui di club. Selena adalah permainan baru yang harus dia menangkan. Obsesi itu tumbuh menjadi lebih dalam, dan kini, tidak ada yang bisa menghentikannya. Malam itu hanya permulaan. Dan bagi Asher, dunia Selena kini adalah sesuatu yang harus dia kuasai. ----- yang suka teka teki bole kepoin, n jgn lupa vote nya ya cinta note : cover dari pinterest
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Brothers cover
Afterhours🔞 cover
Game Of Obsession cover
Sang Tunangan Matheo (End)  cover
Naughty Nanny cover
His Fiero cover
Labyrinth of Destiny (Gitshan) cover
Yesterday Lies cover
ASHER cover

Brothers

12 bab Lengkap

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.