We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
eccedentesiast

eccedentesiast

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaikan dihimpit dua tebing tinggi hingga tidak dapat melihat cahaya matahari, manusia kerap kali mengalah hingga tidak dapat melihat keinginan diri sendiri. Tidak semua, tapi kebanyakan seperti itu. Mendahulukan perasaan dan keinginan orang lain hingga lupa diri bahwa ia pun juga butuh mengikuti apa yang ia kehendaki. Pada akhirnya ia berujung dengan kehilangan diri sendiri. Bercerita tentang mengalah dan selalu menjadi yang nomor dua, atau bahkan nomor kesekian, terkadang manusia sampai di titik lelah dan tidak paham bagaimana cara mengekspresikannya. Hingga akhirnya terbiasa, dan kembali lagi ke titik semula, memendam dan bersikap seolah semua hal baik-baik saja. Tak apa, mungkin saja suatu saat, akan datang masa dimana benar bahwa baik-baik saja itu terjadi. Semoga. *** Azalea Rajni Kusumaningrum - Wanita ini lahir dari keluarga cukup mampu, walau tidak kaya. Ia hidup menjadi anak ketiga dari empat bersaudara. Seperti namanya, bunga azalea yang dapat bertahan hidup di tempat yang kering, Azalea diminta Tuhan untuk bertahan hidup dengan sangat kuat. Ia harus bisa membuat kehidupannya membaik meski tidak memiliki rumah untuk pulang dan merasa nyaman. Tak apa, tak semua orang dapat bahagia dengan sekejap mata. Ia tetap berterimakasih kepada Tuhan atas hal-hal baik yang telah terjadi di dalam kehidupannya. Keluarga, pertemanan dan juga percintaan, tak ada yang berjalan baik. Tak apa, tak semua harus baik-baik saja. Namun, yang Lea tak habis pikir, kenapa ia tak bisa berdamai dengan dirinya sendiri? Semua luka itu, kenapa tetap terasa sakit walau telah sembuh dan ditelan waktu yang cukup lama? Lea, entah kapan, hanya berharap ia dapat bertemu dengan dirinya yang telah memaafkan seluruh luka masa lalu. Entah kapan, tapi semoga saja.
All Rights Reserved
#47
trustissue
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sulung
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • Clarisa Yunita ( End )
  • Nathalea
  • AZALEA
Sulung

Fondasi terkuat dari tiap pasangan yang ada di muka bumi ialah seorang anak. Di anugrahi seorang anak memanglah membahagiakan tapi bukan berarti anak itu harus di kucilkan apabila ia tak sanggup tuk raih apa yang orang tuanya mau. Seperti anak sulung keluarga .... yang selalu di tuntut ini dan itu, yang selalu di minta untuk sempurna, yang di minta untuk mengharumkan nama baik keluarga, yang selalu di cap salah dalam hal yang ia lakukan. Bahkan kesalahan yang di perbuat belum tentu menjadi kebwnaran bahwasannya anak malamg itu bersalah. Tidakan ini justru tanpa di sadari, membuat anak sulung itu juga akan rapuh, tak selamanya ia dapat menjadi sempurna ia akan mendapat kekurangan, tidak selamanya ia dapat mengharumi nama baik keluarga. Ia juga manusia yang mudah rapuh, jangan terus tuntut ia melakukan hal yang tidak selalu dirinya bisa untuk lakukan, jangan buat anak itu di benci oleh orang terdekatnya akibat tingkah para orang tua yang membatasi kesosialitaannya pada dunia luar selain rumah. Biarkan ia mendapat sandarannya sendiri untuk menangis dan bercerita, biarkan ia bebas sejenak dari kata-kata yang terombang-ambing dalam pikirannya. Jangan paksakan banyak hal pada dirinya. ''Ayah, Bunda, maaf- Esa belum bisa jadi anak yang baik buat kalian ...'' ''No, udah dulu ya, Nak. Nanti dadanya sakit, Esa itu anak paling hebat yang pernah ayah miliki.'' ''Esa, sayangnya Bunda. Semangat terus ya biar bisa bareng lagi sama kita. Nanti Bunda janji bakal bawa sama masakin semua yang Esa mau, oke!?'' ''Bang, Esa ... Jidan mau abang temenin main nanti.''

More details
WpActionLinkContent Guidelines