Takdirmu Adalah Dendamku

Takdirmu Adalah Dendamku

  • WpView
    Reads 47,036
  • WpVote
    Votes 2,081
  • WpPart
    Parts 97
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 17, 2026
Dunia Langit runtuh berkeping-keping. Ayahnya tewas menjadi korban tabrak lari, disusul tak lama kemudian oleh kepergian ibunya. Hidupnya jungkir balik, memaksa Langit putus kuliah dan bekerja sebagai barista di Cafe Dewa demi bisa menghidupi Mentari, adik semata wayangnya. Sisa keluarga yang ia miliki. Hari-hari Langit diselimuti dendam membara kepada sosok yang telah menghancurkan hidupnya. Setiap malam, ia merapalkan doa, berharap bisa melihat orang itu merasakan sakit yang sama, yakin bahwa karma itu nyata dan akan segera datang. Namun, demi sang adik pula, Langit bertekad untuk bangkit. Ia meninggalkan kehidupannya yang keras dan menyembunyikan identitas aslinya sebagai Naga Langit. Tak ada lagi yang lebih ia inginkan selain melihat Mentari mencapai cita-citanya. Ketenteraman Langit terusik ketika ia menyelamatkan Malia, seorang wanita depresi yang berniat melompat dari gedung tinggi tempat Langit bekerja. Tak disangka, Malia adalah putri pemilik gedung. Malia pun jatuh hati pada Langit, dan dengan segala cara ia berusaha menaklukkan sikap Langit yang acuh dan dingin. Malia percaya Langit adalah takdirnya, pria yang diutus Tuhan untuk menyelamatkan hidupnya, membantunya bangkit dari masa lalu kelam, dan yakin seyakin-yakinnya bahwa Langit adalah jodohnya. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya, sebuah rahasia kelam mulai terkuak. Rahasia yang menjadi alasan di balik takdir yang menimpa, dan jawaban atas doa-doa dari hati yang penuh luka.
All Rights Reserved
#1
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • Latte but Make it Love
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Pastry Love Story
  • Langit juga anak ayah | Tamat
  • This City
  • Sister Of Mistress (End)

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines