Hikayat ini mengisahkan pertemuan cahaya dan bayang; dua dunia yang bercanggah antara satu sama lain. Dewi Irina Seraphina menerima titah dari kerajaan cahaya untuk menamatkan era kegelapan dan kehancuran yang bakal dibawa oleh paduka raja kegelapan, Devian Cyclus. Dewi Seraphina ditakdirkan untuk membawa damai; namun ia mulai menyanggah takdir tatkala mendapati bahawa dirinya telah jatuh cinta kepada dewa iblis itu. " cahaya tidak akan mampu bersandar pada bayang yang membaham kegelapan; kembalilah ke duniamu " - Devian Cyclus. " dunia patik dan seisinya adalah tuanku; tempatku pulang senantiasa " - Irina Seraphina. Bumi yang dilitupi oleh salju menjadi saksi akan sebuah cinta yang tidak akan mati. Tanah bersalju itu menjadi pusara; tatkala dua raga yang tidak berdetak itu bergenggaman tangan dan saling berdampingan bersama segenggam janji untuk bersua kembali tatkala dunia berpihak. " aku akan menemuimu di setiap hayat dan pertemuan; meski harus menempuh kematian berkali-kali " - Devian Cyclus. " dan aku, akan sentiasa menantimu; di setiap hayat. Kita akan bersua kembali tatkala dunia berpihak kepada kita " - Irina Seraphina. Sebuah janji yang bergema di musim salju, serta sebuah takdir dan ramalan yang tertulis berseteru akan manakah yang mendahului hikayat sebuah lestari ciptaan fatamorgana.
More details