Wasiat Ibu

Wasiat Ibu

  • WpView
    Lecturas 8
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 23, 2022
WpInfo
No ficción
Etiquetassad
Yang paling dekat adalah kematian. Sedekat nadi yang masih berdetak. Hari ini, besok, senin sampai minggu, pagi atau malam, sakit ataupun sehat. Tidak ada yang tau rahasia ini. Semua sudah berjanji saat di Lauhul Mahfuz akan datang hembusan angin yang mematahkan hati pada orang yang ditinggalkan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Bersama Hujan
  • AKSA [SELESAI]
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • ANNA [completed]
  • The Cold Couple [END]
  • ETᕼEᖇEᗩᒪ ✔
  • Nanti Juga Sampai
  • SWEET PAIN | JENO
  • Derena

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido