No Have Akhlak

No Have Akhlak

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 19, 2022
Shanum ga terlalu peduli dengan yang namanya gaji. Tapi itu dulu, sekarang dia selalu semangat kalo ada lemburan yang berakibat nambah 2x lipat. efek dari nolak perjodohan bodoh yang direncanain orang tuanya. shanum jadi ga dapat cuan dari orang tuanya. yang sial nya karena hal terpuruk seperti ini, ia harus pindah kerja ke tempat sahabatnya. Jun yang lihat nasib shanum malah ngakak tapi tidak memungkiri juga ia juga merasa miris. iya, miris pada hidupnya beberapa tahun kedepan karna ulah shanum yang merasa lebih profesional dalam dunia kerja karena umurnya yang 3 tahun lebih tua dari Jun yang notabe nya sahabat sekaligus bos nya itu. lalu bagaimana kah nasib nya jun nanti ya tuhan
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dishana (End)
  • Zidan With Syakira
  • Miss You, Lokatara!
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • Kukira Kau Rumah, Ternyata Hanya Tempat Singgah:)
  • Menolak Jadi Janda (END)
  • Partfect
  • TerraCotta (Completed)
  • Restore Me | TAMAT✔

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido