Hai, Kak Abidzar!

Hai, Kak Abidzar!

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 27, 2024
Aurel begitu mengagumi sosok Abidzar entah karena apa. Yang Aurel tahu, ia tidak suka cowok tampan. Tapi entah bagaimana bisa ia jatuh cinta pada sosok Abidzar yang memiliki paras rupawan. Yang ia ingat, ia melihat seorang cowok yang keluar dari mushola dengan rambut basahnya dan wajah berseri. Lalu saat mata mereka tak sengaja berpapasan, Aurel merasa detak jantungnya yang menggila untuk pertama kalinya karena seorang laki-laki. Dan sejak saat itu, Aurel begitu mengagumi sosok Abidzar. "Kak Abi pake pelet apa sampe bikin aku terklepek-klepek sama Kakak gini sih?"-- AUREL MEGAN DEVNINA. "Saya nggak pake pelet apa-apa. Saya juga sebenernya nggak mau kamu terklepek-klepek sama saya."-- ABIDZAR ATTHARIZ KHAIRIZAL.
All Rights Reserved
#47
abidzar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Storm and Cross (TAMAT)
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Cause Dare I Got Boyfriend
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • GALAKSA
  • Hubungan Tanpa Status
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • HURTED✔ (sedang revisi)

Aurora benar-benar tak sengaja saat menyenggol gelas berisi kopi panas milik cowok bernama Fajar, yang akhirnya tumpah mengenai kaki bagian atas cowok itu saat malam hari di sebuah warung makan. Ia sudah meminta maaf, tapi Fajar malah tidak mau memaafkannya dan hendak malah berbuat kurang ajar padanya. Saat itulah datang Arif, cowok yang menjadi penolong Aurora yang ternyata bermusuhan dengan Fajar. Sejak saat itu, Fajar terus mengganggu Aurora. Kehadiran cowok berlabel playboy itu membuat Aurora terganggu dan takut. Fajar bilang, ia menyukai dirinya, tapi Aurora tak percaya. Aurora yakin Fajar mengganggunya karena ia dendam pada Aurora karena ia telah menumpahkan kopi panas ke kakinya. Tidak mungkin kekesalan Fajar itu berubah menjadi cinta dalam kurun waktu yang teramat singkat. Ajakan Fajar untuk berpacaran dengannya jelas Aurora tolak, karena ia yakin bahwa Fajar hanya main-main. Sejak malam itu pula, Arif yang saat itu menolongnya berjanji akan melindunginya dari Fajar. Menemaninya sampai Fajar hengkang dari hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines