PERGI TAPI TAK PULANG

PERGI TAPI TAK PULANG

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 20, 2022
Lalu rasa sakit mana yang harus didahulukan? ••• Miya Rabella itu cantik tapi yang orang-orang lihat Miya itu bagaikan iblis kejam. Bukan tanpa alasan Miya mendapatkan cap buruk seperti itu, sebab Miya terlihat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Retta adiknya sendiri yang bak malaikat bidadari. Karna sifat kerasnya itu tak jarang Miya mendapatkan didikan lebih keras dari sang ayah. Siapa peduli jika Miya terluka? Siapa peduli jika Miya menangis karena lukanya? Dan siapa yang menjamin tak akan menangis setelah ia tak akan pernah kembali lagi? Mereka lupa. Lupa menanyakan apa yang terjadi kepada gadis itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • But I'm also tired
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Penuh Luka (On Going)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Regret
  • Satria Dirgantara [Complete]

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines