Liar
  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 6, 2023
Pembalasan dendam sang kakak untuk pelaku pembully an, serta fitna yang dirasakan oleh adiknya. Akankah ia akan berhasil membalaskan dendam sang adik, atau ia malah terjerumus permainannya sendiri. "tid,-tidak apa yang kau lakukan, Lepaskan akuu Uhkk,-uhkk" "Hahaha ini masi belum seberapa kau tau.." Hikss "Kenapa,- kenapa kalian lakukan ini padakuu" "Karena kau...kau adalah mainan kami" "Terimaa ini.." Bugh Bugh
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug me! (my lady)
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Dua Sisi
  • Twins of Ruelle. (On Going)
  • Devara
  • Diary Anara
  • TACENDA [HiraetH] Revisi
  • SAPHIRE
  • Sasuhina...Revenge [Completed]

ketika masalalu yang indah dan menyakitkan menjadi satu kenangan yang buruk mana yang akan kau pilih? melupakannya karna itu begitu menyakitkan atau hidup dengan kenangan buruk itu karna kau tak ingin melupakan seseorang yang berarti bagimu. inilah kisah mereka yang harus berjalan berlawanan arah karna jalan yang mereka pilih berbeda. akankah takdir menutun mereka untuk berada di jalan yang sama. Mengapa perasaan ini harus kumiliki, rasanya begitu menyiksaku ketika aku tak bisa melindunginya rasanya separuh ragaku mati. Dia yang kucinta tapi hanya dapat kupandang dari jauh. "Revalno aditya wijaya" aku tak tau apa yang sudah ku lupakan selama ini, tapi satu hal yang pasti bahwa kenangan itu memang seharusnya terhapus karna sudah cukup bagiku memiliki malaikat pelindung tanpa sayap yang selalu berada disampingku dia yang menarikku dari tempat gelap dan memberikan cahaya indahnya untuk melindungiku dan dia sahabatku. "Aira Riana Dimitri" "Baginya aku adalah malaikatnya tapi bagiku dia adalah peri kecilku yang mampu menyembuhkan lukaku, luka masalalu yang sampai sekarang masih selalu jadi mimpi buruk untukku." "Martino Devan"

More details
WpActionLinkContent Guidelines