Story cover for Head Over Heels by AgathaNorah
Head Over Heels
  • WpView
    MGA BUMASA 28,017
  • WpVote
    Mga Boto 2,317
  • WpPart
    Mga Parte 64
  • WpView
    MGA BUMASA 28,017
  • WpVote
    Mga Boto 2,317
  • WpPart
    Mga Parte 64
Ongoing, Unang na-publish Nov 20, 2022
Mature
[On going] Andreas Pramoedya tak pernah membiarkan siapapun mengusik ranah pribadinya. Sikap dingin dan tertutup pria itu makin tak tersentuh saat Namira istrinya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan tragis. Kematian Namira yang penuh tragedi, sekali lagi berhasil menyadarkan Andreas bahwa dirinya memang selalu layak untuk ditinggalkan.

Maka hal tersisa yang bisa ia lakukan adalah melindungi kembali hatinya. Bahkan saat kehadiran sosok asing seperti Serena Amerta diam-diam menyusup masuk ke dalamnya.

Ya, ia tak ingin terluka dengan kehilangan yang sama sekali lagi. Karena Andreas tahu dengan pasti, bekas dari luka tak terlihat itu akan selalu abadi dalam ingatannya yang fana. Dan tanpa permisi, juga akan ikut turut serta membunuhnya perlahan-lahan.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Head Over Heels to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
9096 (Complete) cover
COMEBACK MANTAN [TAMAT] cover
404 Not Found cover
SO MUCH FOR MY HAPPY ENDING (CERITA LENGKAP ✅) cover
DEAR SOPHIA cover
Arrogant vs Crazy  cover
Redefining Alana [END] cover
Titah Agung cover
The Silent Tune of The Heart cover

9096 (Complete)

42 parte Kumpleto Mature

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!