Obses

Obses

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
cengkraman di leher pemuda itu semakin mengeras hingga wajah pemuda itu membiru kehabisan napas " aghkk eghh lepa-s ah lepaskannn ughh sesak" matanya sudah melotot dengan wajah kesakitan kehabisan napas, tubuhnya memberontak dengan keras namun perempuan didepannya malah makin mencekik lebih keras dari sebelum nya tidak lama tubuh pemuda itu melemas dengan mata penuh air mata, akhirnya gadis itu melepas cekikan nya saat pemuda itu sudah pingsan tak berdaya "kau itu milikku, mati ataupun hidup." gumam perempuan itu pelan dengan senyum miring dan pipi memerah, matanya penuh obsesi gila perempuan itu menutup setengah wajahnya dengan sebelah tangan sambil tersenyum lebar seperti orang gila yang memang sudah hilang akal sehatnya, pipinya memerah, matanya berkilat menakutkan " milikku. " (cerita ini gua rombak besar besaran deh, alur dan pokonya semuanya, soalnya yang maren itu kya kring bgt pliss, trus ini abo ya jadi alpha girl sama omega boy, pokonya kalau mbaca cerita ini kalian semua diwajibkan membuang akal sehat kalian yahh ini GAK MASUK AKAL semoga kalian paham, btw SELAMAT MEMBACA YA vote nya dong)
All Rights Reserved
#342
malesub
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines